Categories: Lifestyle

HYROX, Tren Fitness Race yang Kian Mencuri Perhatian

DI TENGAH demam HYROX yang kian digandrungi pecinta olahraga di Indonesia, setiap peserta memiliki alasan berbeda untuk berdiri di garis start.

Ada yang mengejar catatan waktu terbaik dan ada yang berburu podium. Namun, bagi Mayang Septa dan sang suami, HYROX justru menjadi ruang untuk merawat kebersamaan.

Pasangan yang turun di kategori Mixed Double ini tidak datang dengan ambisi menjadi yang tercepat.

Mereka ingin menciptakan satu hal yang jauh lebih berharga, yakni kenangan yang akan selalu dikenang.

Ketertarikannya pada Hyrox ini, dirasa memiliki tantangan tersendiri. Karena olahraga ini menggabungkan lari sejauh 8 kilometer yang dibagi menjadi delapan putaran.

Di setiap selesai menempuh 1 kilometer, peserta wajib menyelesaikan satu functional workout sebelum melanjutkan lari ke putaran berikutnya.

Delapan tantangan tersebut meliputi SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jumps, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, serta ditutup dengan Wall Balls.

Format tersebut membuat HYROX tidak hanya menguji daya tahan kardiovaskular, tetapi juga kekuatan otot, stabilitas, ketahanan mental, hingga kemampuan mengatur ritme selama perlombaan.

Inilah yang membuat HYROX dikenal sebagai ajang fitness race yang dapat diikuti atlet profesional maupun masyarakat umum yang telah mempersiapkan diri.

Namun, bagi Mayang Septa dan sang suami, HYROX ini justru menjadi ruang untuk mereka menciptakan satu hal yang jauh lebih berharga, yakni kenangan yang akan selalu dikenang.

Perjalanan mereka bermula dari kebiasaan baru. Sekitar tiga bulan lalu, keduanya mulai rutin berolahraga di sebuah pusat kebugaran.

Di sanalah mereka berkenalan dengan HYROX, setelah sang pelatih beberapa kali bercerita mengenai kompetisi fitness race yang tengah naik daun di berbagai negara.

“Awalnya coach kami ikut HYROX. Dari sering ngobrol soal itu, akhirnya kami penasaran dan tertarik ikut. Yang pertama mengajak memang suami,” kata Mayang.

Rasa penasaran itu kemudian berubah menjadi komitmen. Selama dua bulan menjelang lomba, keduanya berlatih disiplin tiga kali dalam sepekan di gym.

Karena tempat latihan mereka belum memiliki perlengkapan HYROX, mereka rela melengkapi sendiri berbagai alat latihan di rumah agar bisa berlatih kapan saja.

Page: 1 2

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

DPRD Kalteng Pastikan Jalan HM Arsyad Segera Diperbaiki dengan Anggaran Rp10 Miliar

DPRD Kalteng memastikan perbaikan Jalan HM Arsyad di Kabupaten Kotawaringin Timur segera dimulai. Pemprov Kalteng…

2 hours ago

Respon Keluhan Warga, Satpol PP Barsel Sisir Titik Rawan Balap Liar dan Knalpot Brong

Satpol PP Barito Selatan menggelar patroli malam menindaklanjuti laporan warga terkait balap liar, knalpot brong,…

2 hours ago

Selain Awet, Ini Rekomendasi Sepatu Sekolah Anak SD yang Nyaman dan Modis

Memilih sepatu sekolah untuk anak SD tentu tidak boleh dilakukan secara sembarangan, kesalahan dalam menentukan ukuran…

13 hours ago

5 Makanan Sehat yang Dapat Membantu Mencegah Munculnya Rambut Uban

Munculnya rambut uban menjadi salah satu perubahan alami yang dapat dialami seseorang, bahkan terkadang terjadi…

13 hours ago

6 Shio yang Dipercaya Berpotensi Sukses dan Makmur Jika Menekuni Dunia Bisnis

MEMBANGUN usaha sendiri menjadi salah satu pilihan yang banyak dilakukan untuk mencapai kebebasan finansial dan…

13 hours ago

Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU, Harta Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Naik Rp 12 Miliar di Tahun Pertama Menjabat

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh…

13 hours ago