BBM Pertalite kini menjadi komoditas yang paling diburu dan diminati oleh masyarakat luas. Tingginya permintaan ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum pedagang eceran nakal untuk menaikkan harga jual secara drastis demi meraup keuntungan pribadi yang besar.
Ardianto menambahkan, perpindahan minat warga dari Pertamax ke Pertalite adalah hal yang wajar karena tuntutan ekonomi. Namun, tingginya minat tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menaikkan harga eceran secara sembarangan di luar batas kewajaran.
“Banyak warga pindah ke Pertalite demi menghemat pengeluaran sehari-hari, dan situasi ini dimanfaatkan pengecer untuk menaikkan harga sampai Rp 16.000 per liter, padahal harga asli di SPBU tidak naik, ini jelas jelas memanfaatkan situasi dan sangat merugikan” tegas Ardianto saat memberikan tanggapannya.
Guna mengatasi masalah ini, legislator Partai Demokrat tersebut mendesak dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan. Perlu ada pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap para pelaku usaha eceran agar stabilitas harga BBM di tingkat bawah dapat kembali normal. (bn/nue/jpg)
Page: 1 2
Polres Barsel menggelar lomba melukis dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 sebagai wadah bagi pelajar dan…
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat. Khususnya para…
Daya beli masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dikhawatirkan akan merosot tajam akibat pelemahan rupiah
Tingginya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di tingkat pengecer, kini menjadi perhatian…
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah. Menyoroti masih maraknya kebiasaan masyarakat membuang…
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Bandar Udara (Bandara) H Asan…