BBM Pertalite kini menjadi komoditas yang paling diburu dan diminati oleh masyarakat luas. Tingginya permintaan ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum pedagang eceran nakal untuk menaikkan harga jual secara drastis demi meraup keuntungan pribadi yang besar.
Ardianto menambahkan, perpindahan minat warga dari Pertamax ke Pertalite adalah hal yang wajar karena tuntutan ekonomi. Namun, tingginya minat tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menaikkan harga eceran secara sembarangan di luar batas kewajaran.
“Banyak warga pindah ke Pertalite demi menghemat pengeluaran sehari-hari, dan situasi ini dimanfaatkan pengecer untuk menaikkan harga sampai Rp 16.000 per liter, padahal harga asli di SPBU tidak naik, ini jelas jelas memanfaatkan situasi dan sangat merugikan” tegas Ardianto saat memberikan tanggapannya.
Guna mengatasi masalah ini, legislator Partai Demokrat tersebut mendesak dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan. Perlu ada pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap para pelaku usaha eceran agar stabilitas harga BBM di tingkat bawah dapat kembali normal. (bn/nue/jpg)
Page: 1 2
PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman listrik yang masih terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan…
Banyak orang mengukur keberhasilan hidup dari jumlah uang, jabatan tinggi, rumah besar, atau kemampuan membeli…
Pemandangan berbeda tersaji di kawasan Wisata Kum Kum, Palangka Raya, selama musim kemarau. Surutnya debit…
Sebuah lahan kosong di Jalan G. Obos XXI, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas dan melahap puluhan hektare lahan di wilayah Kabupaten…
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara Naruk Saritani mengimbau kepada seluruh masyarakat…