Categories: Sport

Blak-blakan! Veda Ega Pratama Buka Suara Soal Hukuman yang Menghancurkan Balapannya

PROKALTENG.CO-Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, akhirnya mengungkap alasan di balik kegagalannya meraih poin pada seri Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Rider Honda Team Asia itu harus menyelesaikan balapan tanpa tambahan angka setelah menerima hukuman long lap penalty yang membuatnya tercecer dari rombongan depan.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena sebelum balapan di Hungaria, Veda tampil cukup konsisten sepanjang musim Moto3 2026. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu bahkan sempat bersaing dengan para rider papan atas dalam perebutan posisi klasemen sementara.

Dalam wawancara yang dikutip dari sejumlah konten kreator MotoGP Indonesia, Veda menjelaskan bahwa hukuman yang diterimanya bermula dari insiden saat sesi Kualifikasi 2 (Q2). Saat itu, ia sempat keluar lintasan dan masuk ke area gravel sebelum kembali ke trek untuk menuju pit dan mengganti ban.

Namun, dalam proses kembali ke lintasan, Veda mengaku melaju dengan kecepatan rendah di racing line ketika ada pembalap lain yang sedang menjalani putaran cepat atau hot lap. Meski tidak ada protes dari pembalap yang terdampak, Race Direction tetap menilai situasi tersebut sebagai pelanggaran regulasi.

“Saya memang melakukan kesalahan. Saya pelan-pelan di racing line dan itu menjadi pelajaran penting buat saya,” ujar Veda.

Hukuman long lap penalty tersebut menjadi momen krusial yang mengubah jalannya balapan. Sebelum penalti dijalankan, Veda mengaku cukup percaya diri dengan performa motornya dan mampu mengikuti ritme para pembalap terdepan.

Setelah menjalani hukuman, posisinya turun ke belakang dan membuatnya kehilangan kontak dengan grup depan. Kondisi itu semakin sulit karena ia harus bertarung dengan pembalap yang memiliki ritme berbeda.

Selain faktor penalti, Veda juga mengungkapkan minimnya data simulasi balapan menjadi kendala tersendiri. Ia sebelumnya mengalami insiden pada sesi latihan sehingga tidak memiliki cukup referensi mengenai performa motor dalam kondisi balapan penuh.

Menurutnya, performa ban mulai mengalami penurunan setelah beberapa lap berjalan. Ditambah karakteristik Sirkuit Balaton Park yang cukup teknis, situasi tersebut membuatnya kesulitan mengejar ketertinggalan.

Page: 1 2 3

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Hadir di Ritual Beayahan Adat Dayak Tomun, Ketua DPRD Lamandau Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto. Menghadiri kegiatan ritual Beayahan Adat Dayak Tomun yang digelar di…

32 minutes ago

Kabar Duka! Putri Juficha Meninggal Dunia Tepat di Hari Ultahnya ke 26

Kabar duka menyelimuti dunia beauty pageant Indonesia. Putri Andriani Juficha, peraih gelar Miss Earth Indonesia…

2 hours ago

Jika Anda Ingin Berdamai dengan Saudara Kandung, Jawab Pertanyaan Berikut dengan Jujur

Hubungan dengan saudara kandung sering kali menjadi salah satu hubungan paling panjang dalam kehidupan seseorang.…

3 hours ago

Kemerdekaan Sejati Bebas dari Belenggu Hawa Nafsu

Kemerdekaan RI kini memasuki usia 81 tahun. Hal ini tidak akan terwujud jika tidak diikuti…

3 hours ago

Tambah Kekuatan, Isen Mulang Kalteng FC Datangkan Firman Ramadhan dari Persijap Jepara

Isen Mulang FC kembali menambah kekuatan dengan mendatangkan bek kiri Firman Ramadhan dari Persijap Jepara…

3 hours ago

Sylva Kalteng U11 Juara Piala Ramdani Lestaluhu, Siap Tembus National Series

Sylva Kalteng U11 tampil sebagai juara Piala Ramdani Lestaluhu 2026 dan kini bersiap menghadapi persaingan…

10 hours ago