Dalam pilar Protection (Perlindungan) dan Rewetting (Pembasahan Kembali), perusahaan membangun bendungan sekat kayu dan blok kanal. Infrastruktur ini berfungsi menjaga permukaan air tanah gambut tetap berada di bawah 40 sentimeter guna mencegah pengapian gambut yang memicu kebakaran.
“Turangga Resources juga mengerahkan tim pemadam kebakaran cepat tanggap, Manggala Agni, untuk melakukan patroli aktif di seluruh zona restorasi,” ungkapnya.
Pada pilar Replanting (Penanaman Kembali), perusahaan melakukan operasi penanaman langsung jutaan pohon asli daerah setempat, seperti spesies Balangeran dan Jelutung. Penanaman yang dimulai sejak 2020 ini dipantau secara ketat selama ambang batas kematangan 5 tahun untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup pohon yang optimal.
Komitmen Turangga Resources juga menyentuh aspek sosial melalui pilar Revitalization (Revitalisasi). Guna memutus rantai perambahan hutan, perusahaan menciptakan alternatif ekonomi berkelanjutan bagi komunitas lokal.
Salah satu program unggulannya adalah pemanfaatan tanaman Purun menjadi sedotan ramah lingkungan (Smart Eco-Straws) yang bersertifikasi food grade.
“Program pemberdayaan ekonomi berbasis konservasi ini telah melibatkan lebih dari 500 anggota masyarakat setempat. Di dalamnya, terbentuk pula dua kelompok perempuan mandiri yang beranggotakan 30 pengrajin lokal. Melalui pendekatan ini, Turangga Resources membuktikan bahwa pemulihan lingkungan skala besar dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Muhammad Rum. (hfz)
Page: 1 2
Psikologi menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah salah satu cara utama manusia berkomunikasi tanpa kata-kata, termasuk…
Belakangan ini semakin banyak orang mencoba membuat roti sourdough sendiri di rumah. Namun sebelum bisa…
Putri Una Thamrin atau akrab disapa DJ Una dan Andi Agum Djollo menjalani prosesi lamaran…
Pernahkah Anda mengetik kalimat seperti “Aduh, sepertinya aku sudah ada agenda”, padahal sebenarnya Anda hanya…
Dalam budaya yang sering mengagungkan kepintaran dan jawaban cepat, mengakui “saya tidak tahu” kerap dianggap…
Usai Safari Jumat, Bupati Barito Utara Shalahuddin meninjau pembangunan jalan di Gunung Purei dan Teweh…