
Kondisi Bandara Tjilik Riwut usai beberapa penerbangan dibatalkan pada Sabtu malam (19/9/2026). (Foto : Mg1/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Akibat dampak kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Operasional penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami gangguan, Sabtu malam (19/9/2026).
Jarak pandang yang berada di bawah batas minimum keselamatan operasional (visibility below minima) memaksa sejumlah maskapai untuk membatalkan penerbangan, menunda keberangkatan, hingga mengalihkan pendaratan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, membenarkan adanya dampak kabut asap terhadap operasional penerbangan tersebut.
Ia menjelaskan. Bahwa kondisi jarak pandang terpantau fluktuatif dan sangat terbatas di jam-jam tertentu.
“Berdasarkan pemantauan, jarak pandang terendah tercatat menyentuh angka 350 meter pada pukul 09.30 WIB. Kondisi ini kemudian kembali memburuk pada sore hari, dengan jarak pandang 400 meter pada pukul 15.30 WIB dan 500 meter pada pukul 16.00 WIB,” ujar I Made Darmawan dalam keterangannya.
Akibat cuaca yang tidak bersahabat tersebut, tercatat sebanyak 10 penerbangan hingga Pukul 23.00 WIB terpaksa dibatalkan (cancel flight)
Penerbangan yang dibatalkan meliputi keberangkatan maupun kedatangan rute Palangka Raya (PKY) tujuan Jakarta (CGK) dan Surabaya (SUB) yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air, dan Batik Air.
I Made mengungkapkan. Bahwa terdapat lima penerbangan yang harus melakukan pengalihan pendaratan (divert) atau kembali ke bandara asal (Return to Base/RTB) setelah sempat melakukan putaran di udara (holding) dan go around.
Penerbangan tersebut antara lain dari maskapai Super Air Jet, Citilink, Lion Air, dan Batik Air yang terpaksa dialihkan ke Surabaya, Jakarta, hingga Banjarmasin.
“Selain pembatalan dan divert, penerbangan Citilink QG 453 rute PKY–CGK dan QG 457 rute PKY–SUB juga mengalami keterlambatan serta hold close door karena harus menunggu kondisi jarak pandang kembali memenuhi batas minimum operasional,” tambahnya.
Dalam menangani situasi ini, pihak Angkasa Pura terus menjalin koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, Stasiun Meteorologi BMKG Tjilik Riwut, pihak maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Keputusan untuk melakukan holding, go around, divert, maupun pembatalan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.
I Made Darmawan menegaskan bahwa setiap keputusan operasional penerbangan mutlak dilakukan dengan memprioritaskan aspek keselamatan penumpang.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Apabila kondisi cuaca dan jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, maka operasional penerbangan harus mengalami penundaan, pengalihan rute, return to base, maupun pembatalan,” tegasnya.
Menutup keterangannya, mewakili manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), I Made menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa akibat kendala cuaca ini.
Para penumpang diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta mematuhi arahan petugas di bandar udara. (her/mg1)
Menteri P2MI Mukhtarudin dan Dubes Kuwait membahas pembaruan MoU ketenagakerjaan 1996 guna memperluas penempatan pekerja…
Hujan deras mengguyur Nanga Bulik di tengah kabut asap Karhutla.
Peserta memulai Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch II Tahun 2026.
Kanwil Kemenkum Kalteng mematangkan persiapan SKD Poltekpin yang diikuti 27 peserta pada 25 September 2026.
19 peserta MagangHub mendapat pembekalan tugas dan fungsi di Kanwil Kemenkum Kalteng.
Kanwil Kemenkum Kalteng mengingatkan pegawai menjaga kesehatan, membangun pola pikir positif, dan memperkuat integritas di…