
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya saat melakukan kunjungan ke SDN 4 Palangka pada Selasa (4/8). (ist)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kondisi SDN 4 Palangka menjadi perhatian saat Komisi III DPRD Kota Palangka Raya melakukan kunjungan ke sekolah tersebut.
Dalam pertemuan itu, Kepala SDN 4 Palangka, Hartani, menyampaikan berbagai persoalan sarana dan prasarana yang dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan proses belajar mengajar.
Hartani mengatakan, kondisi sekolah saat ini belum aman dan nyaman karena tidak memiliki pagar yang memadai. Akibatnya, orang luar dapat dengan mudah keluar masuk ke lingkungan sekolah tanpa pengawasan.
Selain itu, halaman sekolah yang terbatas membuat berbagai aktivitas siswa, seperti senam pagi, olahraga, hingga upacara, harus dilakukan di area yang berbatasan langsung dengan jalan umum.
Kondisi tersebut membuat suasana belajar kerap terganggu oleh kebisingan kendaraan yang melintas.
“Yang kami sampaikan kepada Komisi III adalah kondisi sekolah saat ini belum aman dan nyaman. Orang keluar masuk tidak bisa dibendung karena kami tidak memiliki pagar. Halaman juga tidak memadai sehingga kegiatan sekolah berdekatan dengan jalan umum,” ujar Hartani kepada Prokalteng.co pada Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, SDN 4 Palangka merupakan sekolah inklusif dengan jumlah 181 peserta didik, termasuk 24 anak berkebutuhan khusus (ABK). Karena itu, fasilitas yang aman dan layak dinilai sangat penting untuk mendukung proses pembelajaran.
Hartani berharap Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Pemerintah Kota Palangka Raya, hingga Kementerian Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut melalui perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana.
Menurutnya, terdapat dua opsi yang dapat dipertimbangkan pemerintah, yakni menggabungkan (merger) SDN 4 Palangka dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih representatif atau melakukan revitalisasi secara menyeluruh.
“Usia sekolah ini sudah sekitar 50 tahun. Atap banyak yang bocor, WC rusak, pagar tidak ada. Jadi menurut saya ada dua pilihan, apakah digabung dengan sekolah lain yang lebih representatif atau dilakukan revitalisasi total,” katanya.
Ia menegaskan, harapan terbesar pihak sekolah adalah terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Page: 1 2
Agustiar Sabran mendorong GP Ansor memperkuat ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok dan sinergi dengan…
Pencarian Smoke Patch PES 2021 Update Option File musim 2026/2027 terus meningkat seiring bergulirnya kompetisi sepak bola musim…
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menatap antusias pertandingan krusial menghadapi Singapura di laga terakhir Grup…
Menjelang pemilihan pimpinan baru, Aliansi Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengadakan acara bedah gagasan dan…
Menjelang pesta akbar warga Nahdliyin, Muktamar Nahdlatul Ulama yang berlangsung 27–30 Agustus di Pondok Pesantren…
Bulog Kalteng mencatat distribusi beras SPHP telah mencapai 59,42 persen dari target 2026. Pasokan beras…