Pemerintah akan terus memperkuat berbagai upaya pemadaman sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
“Dalam hal ini juga meminta masyarakat tidak menambah risiko kebakaran dengan membuka lahan menggunakan api di tengah kondisi cuaca yang kering,” ungkapnya.
Gubernur Kalteg Agustiar Sabran menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi karhutla selama musim kemarau.
“Pencegahan dan penanganan karhutla memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat. Kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Setiap titik api perlu segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat, kesehatan, serta lingkungan,” ujar gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan, termasuk dengan tidak membuka atau membersihkan lahan melalui pembakaran. Apabila menemukan titik api atau melihat potensi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas,” imbuh gubernur.(hfz)
Page: 1 2
Karhutla mengancam kampus UPR, dengan titik api sempat mendekati sejumlah gedung vital. Kondisi kini terkendali,…
Kabut asap akibat karhutla mulai berdampak pada kesehatan warga Palangka Raya. Dinkes mencatat 132 kasus…
Pendapatan Kalteng naik Rp197,6 miliar dalam Perubahan APBD 2026. Kesepakatan tersebut juga mencatat total belanja…
Perubahan APBD Kalteng 2026 disepakati dengan total belanja Rp5,54 triliun. Anggaran diarahkan untuk memperkuat pelayanan…
Pengaduan layanan notaris, PNBP, naturalisasi hingga kewarganegaraan dibahas dalam “PASTI Ada Solusi” Episode 12 yang…
Kabut asap pekat menyelimuti Lamandau, membuat warga mulai mengeluhkan batuk, sesak napas, dan mata perih.