
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo. (ist)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui Program 1.000 Rumah Guru yang disiapkan dengan peluang pengembangan hingga 5.000 penerima sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami menyiapkan bantuan uang muka atau DP sebesar Rp10 juta untuk setiap guru yang memenuhi persyaratan. Yang dibantu bukan cicilan rumahnya, melainkan pembayaran uang mukanya agar mereka lebih mudah memiliki rumah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, Rabu (5/8/2026).
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemprov Kalteng dengan Bank Kalteng guna memberikan kemudahan akses pembiayaan perumahan bagi guru yang selama ini mengalami kendala memperoleh fasilitas kredit kepemilikan rumah.
“Program ini tidak berhenti di angka seribu penerima. Jika kebutuhan di lapangan tinggi, kami siap memperluas cakupannya hingga lima ribu guru,” kata Reza.
Dia menjelaskan, rencana penambahan kuota juga muncul setelah pemerintah melihat adanya kebutuhan dari tenaga pendidik di luar jenjang SMA, SMK, dan SKH yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kalau memang kebutuhannya besar, tentu akan kami pertimbangkan. Kami ingin semakin banyak guru yang dapat merasakan manfaat program ini,” ungkapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah juga menyiapkan sistem pendaftaran berbasis web sehingga calon penerima dapat mengakses informasi sekaligus mengajukan permohonan secara lebih mudah dan transparan.
“Melalui layanan berbasis digital, kami berharap proses pendaftaran menjadi lebih praktis, mudah diakses, dan dapat menjangkau lebih banyak guru di berbagai daerah,” tutur Reza.
Selain membantu kepemilikan rumah, Pemprov Kalteng juga mendorong pembangunan kawasan hunian guru yang terintegrasi agar tidak tersebar di berbagai lokasi. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antartenaga pendidik sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
“Kalau rumah guru dibangun dalam satu kawasan, akan terbentuk komunitas yang kuat. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat di kawasan itu juga dapat memunculkan peluang usaha baru sehingga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar,” pungkasnya. (adr)
Wabup Barito Selatan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah karhutla selama musim kemarau.
Pemkab Barito Selatan mengapresiasi masyarakat Desa Bipak Kali yang terus melestarikan Ritual Adat Pemugaran Rumah…
DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan karhutla serta mendorong penguatan upaya…
DPRD Palangka Raya mendorong merger sekolah untuk mengatasi kekurangan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.
BPS mencatat ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh 3,53 persen pada triwulan II 2026, didorong konsumsi pemerintah…
PT SKS Listrik Kalimantan menyelesaikan perbaikan PLTU Kalteng-1 sesuai target. Pembangkit kembali tersinkron ke jaringan…