Lebih lanjut, Edi Hermanto menjelaskan bahwa untuk bisa mencapai tahap pengesahan ini, para peserta harus melalui proses panjang yang tidak mudah. Menjadi warga PSHT bukan sekadar menguasai teknik bela diri fisik, melainkan harus memenuhi persyaratan mental dan spiritual.
Para calon warga wajib menyelesaikan seluruh tahapan latihan (mulai dari sabuk polos, jambon, hijau, hingga putih), lulus ujian materi pencak silat, serta yang paling utama adalah memiliki budi pekerti luhur tahu benar dan salah.
“Syarat untuk umur laki-laki minimal berusia 16 tahun, sedangkan perempuan 15 tahun. Kemudian syarat lain selain mengikuti latihan setiap bulan suro kita akan mengesahkan mereka menjadi pendekar-pendekar Karate,” tuturnya.
Di akhir pertemuan, Edi Hermanto memberikan pesan mendalam kepada puluhan pendekar yang baru saja disahkan tersebut.
“Saya berpesan kepada seluruh warga baru agar senantiasa ikut menjaga kedamaian. Jadilah pendekar yang rendah hati, berguna bagi keluarga dan masyarakat, serta selalu menjaga nama baik organisasi dan daerah di mana pun kalian berada,” pungkasnya.
Prosesi pengesahan yang berjalan hingga dini hari tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh rasa persaudaraan. (bib)
Page: 1 2
Gerakan Pemuda Melawan Korporasi mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam secara total selama kurang lebih satu…
Nanas Parigi Barsel didorong memiliki nilai tambah melalui penguatan kekayaan intelektual.
Regulasi Kartu Hebat Mahasiswa diharmonisasi untuk memperkuat akses pendidikan tinggi.
Penyanyi Andien harus menghadapi kendala perjalanan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan abu…
Timnas Indonesia U-20 menjadi salah satu dari 16 tim negara yang lolos ke putaran final…