“Manajemen risiko sering dianggap rumit dan bukan menjadi tanggung jawab masing-masing PD. Padahal, dalam aktivitas seharihari kita sesungguhnya telah mempertimbangkan risiko dalam setiap pengambilan keputusan,” katanya.
Dalam sambutan Bupati Kapuas yang dibacakan Sekda Kapuas Dr. Usis I Sangkai, ditegaskan bahwa setiap kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah memiliki ketidakpastian yang berpotensi menghambat pencapaian target pembangunan daerah.
Karena itu, seluruh PD diminta mampu memetakan risiko secara akurat, mengenali berbagai hambatan sejak dini, serta membangun budaya sadar risiko dalam setiap pelaksanaan program.
menegaskan bahwa hasil pendampingan tidak boleh berhenti pada penyusunan dokumen semata. Manajemen risiko harus benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah agar mampu mencegah potensi penyimpangan, permasalahan hukum, maupun kegagalan program di masa mendatang.
“Pendampingan ini jangan hanya menjadi formalitas di atas kertas. Manfaatkan untuk memperkuat implementasi manajemen risiko dan SPIP sehingga ruang terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat semakin diperkecil,” tegasnya. (art/kpg)
Page: 1 2
Bagi pencinta pizza dan grilled cheese, ada satu kreasi yang wajib masuk daftar recook, yaitu…
Pemadaman listrik yang belakangan ini kerap terjadi di Kota Palangka Raya, mulai mengancam roda perekonomian…
Jika Anda mencari ide lauk atau camilan yang praktis tetapi memiliki cita rasa yang kuat,…
Bagi sebagian orang, terong mungkin bukan termasuk sayuran favorit. Namun, resep Terong Isi Ayam Udang…
Salah satu bagian penting dari bertambahnya usia adalah menjaga fungsi otak. Meski tidak ada solusi…
Persija Jakarta resmi memperpanjang kontrak Eksel Runtukahu setelah tampil impresif pada musim debutnya. Striker berusia…