Menurutnya, aspek-aspek inilah yang membedakan Lawang Sekepeng dengan seni bela diri lainnya. Selain orisinalitas, dewan juri juga menilai kemantapan gerak, kostum, serta pola langkah dan pola lantai para peserta.
Harapan besar disematkan pada festival ini sebagai titik balik untuk memasyarakatkan dan mengembangkan Lawang Sekepeng di Kalimantan. Dia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pergeseran minat generasi muda yang mulai meninggalkan tradisi.
“Lawang Sekepeng ini harusnya bisa lebih berkembang di Kalimantan. Namun sekarang kebanyakan anak muda sekarang agak sudah bergeser sehingga peminatnya berkurang,” ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap dengan seringnya digelar festival, ketertarikan generasi muda Kalimantan, khususnya masyarakat Dayak, akan kembali tumbuh untuk mengembangkan dan melestarikan warisan budaya ini.
“Tentunya perlu beberapa pihak, termasuk dari ormas dan pemerintah daerah, untuk membantu agar kegiatan serupa dengan tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan kita,” pungkasnya. (ren)
Page: 1 2
Bagi pecinta minuman berbasis teh hijau, Brown Sugar Matcha Latte menjadi salah satu kreasi yang…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran membuka ruang dialog dengan insan pers untuk menyerap kritik dan masukan.
Keberhasilan dalam urusan finansial sering kali menjadi impian banyak orang. Sebagian mencapainya melalui kerja keras, pendidikan,…
Suyuti Syamsul meminta Plt Kepala Dinkes Kalteng melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, termasuk mempertahankan capaian…
Satlantas Polresta Palangka Raya menggelar temu komunitas otomotif Kalimantan Tengah di Pos Bundaran Besar Palangka…
Seorang pemuda berumur 19 tahun berinisial EDL sukses diringkus oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pahandut…