“Sektor pertanian dan perikanan adalah tulang punggung ekonomi lokal. Kami ingin para petani dan penyuluh dari Barito Utara tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menyerap teknologi baru dan membangun jaringan pemasaran yang lebih luas,” ujar Felix di sela-sela acara.
Ia juga menyoroti sejumlah harapan daerah kepada pemerintah pusat, mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk, kemudahan akses benih unggul, hingga peningkatan infrastruktur pertanian.
“Kami berharap perhatian terhadap aspek-aspek itu bisa terwujud nyata di Barito Utara. Pada akhirnya, semua bermuara pada kesejahteraan petani dan nelayan kita di kampungkampung,” tambahnya.
PENAS XVII yang mengusung semangat inovasi dan kemitraan ini ditutup pada 25 Juni lalu. Namun, bagi Barito Utara, keikutsertaan di panggung nasional menjadi modal penting untuk membawa pulang gagasan sekaligus mengangkat potensi daerah ke level yang lebih luas. (ren/kpg)
Page: 1 2
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan potensi penyimpangan dana hibah pada sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menteng 02 Kota Palangka Raya yang menjadi salah satu pelaksana…
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menteng 02 Kota Palangka Raya sempat menghentikan operasionalnya pada Kamis…
Di tengah duka mendalam setelah kehilangan dua buah hatinya yang masih balita dalam kebakaran di…
Posyandu di gerai Alfamart menyasar 8.400 penerima manfaat di 84 titik, dengan fokus pada layanan…
Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Murung Raya menggelar Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas Damang Kepala…