“Sektor pertanian dan perikanan adalah tulang punggung ekonomi lokal. Kami ingin para petani dan penyuluh dari Barito Utara tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menyerap teknologi baru dan membangun jaringan pemasaran yang lebih luas,” ujar Felix di sela-sela acara.
Ia juga menyoroti sejumlah harapan daerah kepada pemerintah pusat, mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk, kemudahan akses benih unggul, hingga peningkatan infrastruktur pertanian.
“Kami berharap perhatian terhadap aspek-aspek itu bisa terwujud nyata di Barito Utara. Pada akhirnya, semua bermuara pada kesejahteraan petani dan nelayan kita di kampungkampung,” tambahnya.
PENAS XVII yang mengusung semangat inovasi dan kemitraan ini ditutup pada 25 Juni lalu. Namun, bagi Barito Utara, keikutsertaan di panggung nasional menjadi modal penting untuk membawa pulang gagasan sekaligus mengangkat potensi daerah ke level yang lebih luas. (ren/kpg)
Page: 1 2
Bhayangkara FC resmi mengumumkan penunjukan pelatih asal Spanyol Oscar Bruzon, sebagai nakhoda baru tim untuk…
Bursa transfer BRI Super League 2026/2027 mulai memanas. Salah satu nama yang kini menjadi perhatian…
Dunia hiburan internasional kembali memberikan panggung bagi talenta Indonesia. Agnez Mo dikabarkan bergabung dalam film…
Wabup Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengapresiasi kegiatan donor darah Polres Pulang Pisau dan mengajak masyarakat…
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Palangka Raya mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kapolda Kalteng meresmikan program bedah rumah dan menyerahkan bantuan sosial kepada warga Desa Pulau Telo,…