Yunarsih berharap ajang serupa ke depannya dapat melibatkan lebih banyak brand kopi lokal.
Hal ini dinilai penting agar kompetisi dan relasi antar-kedai kopi di Palangka Raya semakin erat, dan lokasi acara agar lebih strategis dan mudah diakses masyarakat luas.
“Saran saya, tenant kopinya bisa lebih diperbanyak lagi, brand-brand lokalnya dimasukkan. Lokasinya mungkin bisa dipilih yang lebih dekat dengan pusat kota, seperti di area Bundaran, agar semakin ramai,” sebut Yunarsih.
Melalui acara ini, para pelaku usaha berharap industri kopi di Palangka Raya tidak hanya menjadi tren sesaat. Ekosistem kopi lokal diharapkan terus tumbuh menjadi industri yang solid dan mampu bersaing. (her)
Page: 1 2
Dalam pembacaan tarot, kenaikan gaji bukan hanya dipandang sebagai tambahan penghasilan, tetapi juga sebagai bentuk…
Polresta Palangka Raya menetapkan istri Anton sebagai tersangka penyelundupan senpi ke lapas.
Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Provinsi Kalimantan…
Dalam rangka meningkatkan kapasitas kinerja legislatif dan memperkuat fungsi lembaga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Banyak orang tua merasa bersalah karena tidak bisa menghabiskan waktu sebanyak yang mereka inginkan bersama…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Daerah Pemilihan I, Imanudin, melaporkan hasil kegiatan reses yang…