Categories: Ekonomi

Cegah Risiko Blackout, Pasokan Batu Bara PLTU Bakal Diawasi!

PROKALTENG.CO-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memperketat pengawasan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna memastikan ketersediaan listrik nasional tetap terjaga. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya gangguan pasokan energi yang berpotensi menyebabkan pemadaman listrik bergilir di berbagai daerah.

Pemerintah saat ini telah mengamankan sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara dari total kebutuhan tahunan yang mencapai 154 juta MT. Pasokan tersebut diprioritaskan untuk mendukung operasional pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) sehingga kebutuhan listrik masyarakat dan industri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Menurut Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, kondisi pasokan batu bara dalam negeri saat ini sudah membaik sehingga kegiatan ekspor yang sebelumnya disesuaikan dengan kebutuhan PLN kini kembali berjalan normal.

“Dengan membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batu bara kini telah berjalan kembali secara normal,” ujar Dwi Anggia, dilansir dari inews, Senin (29/6).

Sebagai upaya memperkuat stabilitas pasokan energi, Kementerian ESDM akan mengawasi proses pengadaan energi primer PLN secara lebih ketat. Pengawasan tersebut dilakukan melalui kerja sama sejumlah lembaga pemerintah yang memiliki fungsi pengawasan dan pengendalian.

Tim pengawas akan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, serta PT PLN (Persero). Kehadiran tim ini diharapkan dapat memastikan seluruh proses pengadaan dan distribusi batu bara berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Anggia, pengawasan tersebut merupakan langkah yang wajar sebagai bagian dari tugas pemerintah dalam menjaga keamanan pasokan energi nasional. Fokus utama pengawasan adalah memastikan kewajiban pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) dipenuhi oleh seluruh pelaku usaha pertambangan.

“Langkah pengawasan yang akan dilakukan oleh tim dari BPKP, Kementerian ESDM, dan PLN, dilakukan untuk memastikan kewajiban DMO, dilaksanakan dengan semestinya untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk tenaga listrik,” kata Dwi Anggia.

Page: 1 2

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

Speedboat Terbalik di Sungai Murung Kapuas, Warga dan Satpolair Lakukan Evakuasi

Speedboat terbalik di Sungai Murung, Kabupaten Kapuas, Kamis sore. Penumpang berusaha menyelamatkan diri, sementara warga…

46 minutes ago

Bikin Merinding! Saat Rukiah Massal, Peserta Menangis Histeris, Berteriak Kencang hingga Ada yang Muntah-Muntah

Kemeriahan dan keseruan gelaran grebeg suro Lamandau 2026 benar-benar menyedot perhatian masyarakat. Berpusat di Bundaran…

2 hours ago

Marshanda Optimistis Dapat Mengembalikan Berat Badannya ke Posisi Ideal

Marshanda membagikan cerita pribadinya kepada para penggemar tentang perubahan berat badannya yang naik cukup signifikan…

3 hours ago

Tiga Orang Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar HST

Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mengungkap kronologi kecelakaan maut terjadi di Jalan Lingkar, tepatnya di perempatan menuju…

3 hours ago

Remaja Broken Home di Kabupaten Banjar Mampu Bikin Bom Rakitan, Kini Ditangkap Densus 88

Tabir gelap kasus remaja 14 tahun asal Kabupaten Banjar yang terjerat jaringan radikalisme terkuak. Hasil asesmen mendalam…

3 hours ago

Kebiasaan Membuka Ponsel Usai Bangun Tidur Bisa Ganggu Produktivitas

Membuka ponsel sesaat setelah bangun tidur telah menjadi rutinitas banyak orang. Sebelum memulai aktivitas, tak sedikit yang…

3 hours ago