Ketepatan sasaran program dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam mengurangi beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Lebih lanjut, Faridawaty menilai keberpihakan kebijakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas sosial. Saat tekanan ekonomi meningkat, pemerintah dituntut hadir melalui kebijakan yang mampu memberikan perlindungan bagi kelompok rentan agar tidak semakin tertinggal.
Selain menjaga keterjangkauan biaya pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan berbagai skema bantuan sosial juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kenaikan biaya hidup yang muncul akibat perubahan harga energi.
Menurut Faridawaty, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga penting untuk memastikan seluruh program perlindungan sosial berjalan efektif. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kebijakan yang diterapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap pemerintah terus memantau perkembangan kondisi ekonomi dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, hak dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun dihadapkan pada tantangan akibat fluktuasi harga energi. (hfz)
Page: 1 2
Rapat Senat UMPR menyepakati Muhamad Yusuf kembali diusulkan sebagai Rektor periode 2027–2031. Dukungan tersebut turut…
Persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu lonjakan harga eceran secara drastis di Kabupaten…
Suasana di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Kabupaten Barito Utara tampak khidmat pada Kamis…
Karhutla mengancam wilayah DAS Barito. Tim gabungan bergerak menangani titik api, sementara DPRD Kalteng menegaskan…
Empat inovasi Kanwil Kemenkum Kalteng memperkuat pelayanan hukum yang mudah, responsif, dan transparan.
Inflasi tahunan Palangka Raya meningkat, terutama dipengaruhi harga makanan dan minuman. Pemko memastikan stok bahan…