Subandi menilai keterbukaan informasi sangat penting, terutama terkait langkah dan solusi yang sedang dilakukan PLN untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Tentu harus ada penjelasan yang konkret sehingga masyarakat tidak resah. Selanjutnya, apa solusi yang dilakukan PLN untuk mengatasi persoalan tersebut juga perlu disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.
DPRD juga menyoroti perlunya penjelasan mengenai kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.
“Karena masyarakat terlambat satu hari saja membayar listrik bisa langsung diputus. Oleh karena itu perlu ada penjelasan yang konkret, termasuk mengenai kompensasi yang diberikan selama ini,” tambahnya.
Terkait laporan masyarakat, Subandi mengungkapkan hingga saat ini DPRD telah menerima informasi mengenai pemadaman listrik, meski belum dalam bentuk aduan resmi tertulis.
“Sampai hari ini ada masyarakat yang menyampaikan informasi kepada kami. Namun penyampaiannya masih secara lisan, belum ada yang disampaikan secara tertulis. Sebagai wakil rakyat, kami tetap meminta kepada pihak PLN untuk memberikan penjelasan secara konkret sehingga masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan tidak menjadi resah,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Pencarian mengenai FF Kipas Beta, FF Kipas My ID, hingga FF Kipas Mod APK melonjak di berbagai platform pada…
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Banjar. Insiden terbaru terjadi di Desa…
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mendukung langkah Pemerintah Kota…
Tahap final pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin dekat. Mengawal momen krusial ini, Badan…
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Secara resmi membuka Turnamen Bola Voli Kapolda Cup II Tahun…
Menjelang pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, perhatian publik tidak hanya tertuju…