
Ilustrasi payudara
KELUARNYA cairan dari puting payudara pada wanita yang tidak sedang hamil atau baru saja melahirkan merupakan fenomena yang tidak umum, tetapi dapat terjadi.
Meskipun mungkin mengejutkan, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor medis. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai penyebab dan implikasi dari keluarnya cairan tersebut.
Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana kadar hormon prolaktin dalam darah meningkat. Prolaktin berfungsi untuk merangsang produksi ASI, dan ketika kadarnya terlalu tinggi, wanita yang tidak hamil dapat mengalami keluarnya cairan dari puting susu.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk:
Stimulasi fisik pada payudara, seperti pijatan atau aktivitas seksual, juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting.
Jurnal Breastfeeding Medicine menjelaskan bahwa rangsangan ini bisa memicu sekresi prolaktin yang cukup untuk menghasilkan ASI.
Meskipun ini adalah reaksi fisiologis normal, pemahaman mengenai konteksnya tetap penting.
Ketidakseimbangan hormonal, baik yang disebabkan oleh perubahan fisiologis, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau gangguan endokrin, dapat berkontribusi pada keluarnya cairan dari puting.
Jurnal Endocrine Reviews menyatakan bahwa hormon-hormon lain, seperti estrogen dan progesteron, juga memiliki peran dalam fungsi payudara. Gangguan dalam keseimbangan hormon ini dapat mempengaruhi produksi dan sekresi ASI.
Beberapa kondisi medis, seperti infeksi payudara (mastitis) atau penyakit lain yang mempengaruhi jaringan payudara, dapat menyebabkan keluarnya cairan.
Menurut American Journal of Medicine, keluarnya cairan yang disertai nyeri, kemerahan, atau pembengkakan memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh profesional medis.
Infeksi atau masalah kesehatan lainnya tidak boleh diabaikan, karena dapat berpotensi serius.
Stres juga dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal dan berkontribusi pada keluarnya ASI.
Jurnal Psychosomatic Medicine menunjukkan bahwa keadaan psikologis dapat berperan dalam kesehatan fisik, termasuk mempengaruhi kadar hormon yang berhubungan dengan produksi ASI.
Mengelola stres dan kesehatan mental sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
Kesimpulan: Pentingnya Evaluasi Medis
Keluarnya ASI dari puting payudara pada wanita yang tidak hamil atau menyusui memang tidak umum, tetapi bisa terjadi karena berbagai faktor, terutama yang berkaitan dengan hormon.
Jika Anda mengalami keluarnya cairan, terutama disertai gejala lain seperti nyeri, pembengkakan, atau perubahan pada payudara, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau spesialis kesehatan.
Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk memastikan kesehatan payudara dan kesejahteraan secara keseluruhan. Memahami fenomena ini dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pentingnya perawatan diri. (fin)
emerintah Kabupaten Kapuas terus mencari solusi menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tengah…
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hj Mery Rukaini bersama Kantor Wilayah…
Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) “On Th e Road”…
Kabupaten Barito Utara terus menunjukkan komitmennya dalam sektor kesehatan. Dua layanan inovatif yang menyasar para…
Lomba keterampilan tradisional Mangaruhi kembali digelar dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat melakukan kunjungan di…