Categories: Wanita

Soal Polemik Maudy Ayunda, PB HMI: Mindfulness Jangan Jadi Alasan Hilang Empati

JAKARTA, PROKALTENG.CO – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menanggapi perdebatan publik terkait konten mindfulness milik figur publik Maudy Ayunda.

Ketua PB HMI Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nur Ghina Muslimah, menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan mental tetap penting, namun konsep mindfulness dan self-care tidak boleh dijadikan alasan untuk kehilangan empati terhadap realitas sosial masyarakat yang tidak memiliki privilege untuk menjauh dari berita buruk.

Menurutnya, menjaga kesehatan mental merupakan hal yang penting, namun pesan self-care juga harus dibangun dengan kesadaran bahwa tidak semua orang memiliki ruang dan pilihan yang sama untuk mengambil jarak dari persoalan sosial.

“Menurut saya, persoalannya bukan pada penting atau tidak pentingnya menjaga kesehatan mental. Mindfulness dan kemampuan mengelola informasi memang dibutuhkan. Tetapi kita juga harus memahami bahwa tidak semua orang memiliki privilege untuk mengambil jarak dari berita buruk, karena bagi sebagian masyarakat, berita tersebut merupakan realitas yang mereka alami secara langsung,” ujar Nur Ghina, Selasa (15/9).

Narasi awal Maudy berangkat dari persoalan emotional overload akibat paparan bad news dan pentingnya mengelola konsumsi informasi.

Namun, respons publik kemudian menggeser pembahasan karena muncul pandangan bahwa kemampuan untuk “menjauh” dari berita tidak dimiliki oleh semua kelompok masyarakat.

Nur Ghina melihat pergeseran tersebut sebagai sebuah proses penting dalam komunikasi publik, khususnya ketika sebuah pesan personal dari figur publik diterima oleh audiens dengan latar pengalaman sosial yang beragam.

“Ketika sebuah refleksi personal disampaikan oleh figur publik, masyarakat bisa membacanya bukan lagi sekadar sebagai pengalaman pribadi, tetapi sebagai sebuah pesan sosial. Karena itu, konteks menjadi sangat penting. Apa yang mungkin relevan bagi satu kelompok belum tentu relevan bagi kelompok lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbedaan pengalaman sosial tersebut tidak seharusnya berujung pada polarisasi, melainkan menjadi ruang untuk memperluas perspektif dan membangun empati.

Page: 1 2 3

M Hafidz

Recent Posts

Polres dan Polsek GBA Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih Ke Warga

Polres Barsel bersama Polsek GBA menyalurkan 20.000 liter air bersih, masker, dan layanan kesehatan gratis…

9 hours ago

Update Ranking FIFA: Timnas Indonesia Era John Herdman Lampaui STY, Asa Tembus 100 Dunia

Timnas Indonesia naik ke peringkat 117 dunia dalam update ranking FIFA setelah mengalahkan Bangladesh pada…

9 hours ago

Thailand Tumbang 1-2 dari Filipina Jelang Final Lawan Timnas Indonesia, Simpan Energi?

Timnas Thailand tumbang 1-2 dari Filipina pada laga terakhir Grup B FIFA ASEAN Cup 2026…

9 hours ago

Pemain Timnas Indonesia Disebut Jadi Korban Bullying hingga Ancaman Pembunuhan

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut, sejumlah pemain menjadi korban bullying atau perundungan di media…

9 hours ago

DPRD Kapuas: Pancasila Pemersatu Bangsa

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,…

9 hours ago

Bupati Barito Utara Kawal Langsung Progres Pembangunan Jembatan Lemo

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Kabupaten…

10 hours ago