Ketika jadwal kerja bertepatan dengan jadwal kuliah, ia juga bisa bertukar shift dengan rekan kerja.
Menurut Aca, sistem kerja tersebut cukup membantunya dalam membagi waktu. Dengan durasi kerja yang tidak terlalu panjang, ia masih memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas kuliah dan melakukan aktivitas lainnya.
“Alhamdulillah nggak pernah ganggu kuliah. Aku tim jalanin aja dan selalu menikmati setiap prosesnya,” tuturnya.
Bekerja sebagai barista juga memberikan pengalaman baru bagi Aca.
Selain belajar tentang dunia perkopian, ia belajar mengatur waktu, mendapatkan teman baru, serta bertemu dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
Bagi Aca yang memang senang berinteraksi, lingkungan kerja di kafe menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Ia merasa pekerjaan tersebut sesuai dengan dirinya yang senang bertemu dan berbincang dengan orang lain.
“Banyak keuntungannya. Yang pasti pengalaman, jadi dapat ilmu baru, belajar hal baru, belajar manajemen waktu, dapat teman baru dan berinteraksi dengan berbagai macam orang,” ujarnya.
Penghasilan dari pekerjaan tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan pribadi atau ditabung.
Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, mengapresiasi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar oleh…
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus,…
Bupati Murung Raya Heriyus mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Murung Raya Tahun 2026…
Gelaran Huma Betang Night yang berlangsung di Kota Palangka Raya pada Sabtu malam, 15 Agustus…
Malam penuh warna dan kehangatan menyelimuti Bundaran Besar Telawang, Kota Palangka Raya. Ribuan warga berdatangan,…