Categories: Pro Kalteng

Adu Gagasan Calon Rektor UPR ; Pembenahan Fasilitas 1 Tahun Pertama hingga Optimalisasi Aset

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang hari penentuan pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR). Dua bakal calon mulai memaparkan fokus program kerja mereka jika terpilih memimpin kampus tersebut.

Kedua kandidat yang memaparkan visinya adalah Prof. Bhayu Rhama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Natalina Asi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Prof. Bhayu Rhama menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas dasar yang akan langsung dieksekusi pada satu tahun pertama masa jabatannya.

Ia menjamin ketersediaan pasokan listrik, ruang kelas yang proporsional, serta akses internet terdedikasi yang merata di semua unit kampus.

“Kami juga akan mewujudkan perpustakaan 24 jam yang bisa diakses oleh mahasiswa tentunya dengan protokol-protokol keamanan yang benar,” jelas Prof. Bhayu usai sosialisasi visi misi bakal calon rektor di FISIP UPR, Selasa (30/6/2026).

Sebagai wadah kebebasan berekspresi, ia menyiapkan inovasi ‘Pojok Orasi’ di tingkat universitas, yang diadaptasi dari fasilitas ‘Halaman Merah’ milik FISIP.

Pojok Orasi ini disiapkan agar mahasiswa bebas menyampaikan kritik, aspirasi, dan pendapat, selama tidak menyerang pimpinan universitas secara personal.

Terkait kemandirian finansial kampus yang selama ini masih bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Prof. Bhayu bertekad memperkuat unit bisnis kampus melalui Badan Pengelola Usaha (BPU).

Berbagai aset kampus akan dioptimalkan, mulai dari pengelolaan Rusunawa secara ekonomis, pengaktifan kembali koperasi mahasiswa, hingga inisiatif perdagangan karbon (carbon trading) yang menjadi program andalannya.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak mitra melalui skema Build Operate Transfer (BOT) untuk memaksimalkan lahan-lahan kosong milik UPR yang berada di pinggir Jalan Yos Sudarso.

Sementara itu, di tempat yang sama, bakal calon rektor dari FKIP, Natalina Asi, menitikberatkan fokus utamanya pada tiga aspek krusial: fasilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sistem.

Sebagai bagian dari unsur pimpinan saat ini, Natalina mengaku bahwa selama ini tugas pokok dan fungsinya masih terbatas di bidang akademik saja.

Kondisi tersebut membuatnya merasa perlu memiliki wewenang penuh sebagai rektor untuk mengeksekusi perbaikan secara menyeluruh.

“Jika saya menjadi rektor, saya justru lebih bisa bergerak lebih banyak,” tegas Natalina.

Ia meyakini, apabila persoalan pada ketiga aspek utama tersebut (fasilitas, SDM, dan sistem) diperbaiki, Universitas Palangka Raya ke depannya akan melangkah menjadi institusi yang jauh lebih baik. (her)

Indar

Recent Posts

Bupati Shalahuddin: HUT ke-76 Barito Utara Momentum Perkuat Sinergi dan Gotong Royong

Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar acara ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Kabupaten…

5 minutes ago

Momen Harjad ke-76, Gubernur Kalteng: Barito Utara Harus Pacu Kemandirian Daerah

Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara pada Senin (29/6/2026) berlangsung khidmat di Arena Terbuka…

17 minutes ago

Pemadaman Listrik Pukul UMKM, Suherman : Salah Satu Indikator Iklim Investasi Keandalan Pasokan Energi

Pemadaman listrik di Kota Palangka Raya yang masih kerap terjadi menuai sorotan tajam dari Akademisi…

1 hour ago

Identitas Resmi Visual HUT ke-81 RI: Berikut Link Download Logo Resmi dan Pedoman Panduan Teknisnya

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan logo dan tema perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81…

1 hour ago

Sudah Dibuka! Ini Syarat IPK dan Batas Usianya Pendaftaran PPG Calon Guru 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi…

2 hours ago

Siap-siap! Mulai 1 Juli Pedagang Online di Marketplace Bakal Kena Pungutan Pajak

Pemerintah berencana mulai menerapkan mekanisme pemungutan pajak melalui marketplace pada 1 Juli 2026.

2 hours ago