Menurutnya, kawasan tersebut juga menarik untuk dijadikan lokasi mengabadikan momen.
Hamparan pasir, aliran Sungai Kahayan, serta aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan menjadi pemandangan yang berbeda dibandingkan hari-hari ketika permukaan air sungai lebih tinggi.
“Banyak orang datang untuk melihat pemandangan, duduk santai, berfoto, atau sekadar menikmati suasana Sungai Kahayan. Jadi memang ada daya tarik tersendiri ketika air sedang surut seperti sekarang,” ungkapnya.
Selama berada di kawasan tersebut, dia mengaku lebih banyak menikmati suasana sekitar.
Ia berjalan-jalan di tepian pelabuhan sembari melihat kondisi pasir yang muncul akibat surutnya air sungai.
“saya menikmati pemandangan Sungai Kahayan, berjalan-jalan di sekitar tepian pelabuhan, dan mengambil foto atau video karena kondisi sungai yang surut memberikan pemandangan yang berbeda,” jelasnya.
Selain mengabadikan momen,dia juga memilih duduk santai sambil menikmati suasana.
Menurutnya, aktivitas masyarakat yang datang ke kawasan tersebut turut membuat suasana Pelabuhan Rambang menjadi lebih hidup.
“Saya juga hanya duduk santai sambil menikmati suasana sekitar dan melihat aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Rambang,” tambahnya.
Fenomena surutnya Sungai Kahayan ini sekaligus memperlihatkan sisi lain kawasan Pelabuhan Rambang.
Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah…
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT memimpin langsung apel pagi di lingkungan Perusahaan Daerah…
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan…
Kabut asap di Kalteng bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menguji kemampuan negara menjaga gizi…
Sebuah rumah berukuran sekitar 4x6 meter di Jalan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota…
NasDem Kalteng meresmikan Ruang Aman Asap untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.