“Setiap penerbangan memiliki ketentuan dan minimum operasional yang harus dipenuhi. Hal ini mempertimbangkan jenis pesawat, prosedur pendekatan (approach), ketersediaan fasilitas navigasi, serta kondisi aktual di lapangan,” paparnya.
Apabila visibilitas berada di bawah standar minimum yang dipersyaratkan, pihak bandara bersama maskapai dan pilot akan melakukan penyesuaian operasional.
Tindakan taktis ini meliputi penundaan keberangkatan atau kedatangan (delay), menunda pendaratan sembari menunggu cuaca membaik (holding), melakukan manuver batal mendarat (go-around), hingga keputusan operasional lainnya.
Sebagai bentuk mitigasi dari sisi infrastruktur darat, pengelola Bandara Tjilik Riwut secara berkala memantau perkembangan cuaca, memastikan seluruh fasilitas operasional dan navigasi berfungsi optimal, serta memperkuat jalur komunikasi.
Koordinasi intensif terus dijalin dengan Air Traffic Control (ATC), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, dan seluruh stakeholder aviasi.
Setiap pembaruan informasi cuaca langsung didistribusikan kepada pihak-pihak terkait agar pengambilan keputusan operasional dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan terukur.
“Prinsip kami jelas, yaitu keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, setiap keputusan operasional akan selalu disesuaikan dengan kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” pungkasnya. (her)
Page: 1 2
Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah…
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT memimpin langsung apel pagi di lingkungan Perusahaan Daerah…
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan…
Kabut asap di Kalteng bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menguji kemampuan negara menjaga gizi…
Sebuah rumah berukuran sekitar 4x6 meter di Jalan Kalibata, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota…
NasDem Kalteng meresmikan Ruang Aman Asap untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.