Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya bersama sejumlah warga terdampak lainnya masih mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan relawan.
Menurutnya, bantuan yang diterima sejauh ini berupa bahan kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai.
Sementara untuk bantuan pembangunan kembali rumah dari Pemerintah Kota Palangka Raya, dirinya masih menunggu informasi lebih lanjut.
“Kalau untuk makanan masih ada bantuan dari masyarakat. Bantuan masih terus berdatangan. Kalau untuk bantuan renovasi rumah, katanya mungkin sekitar tiga bulan lagi, kalau tidak salah,” tambahnya.
Diketahui juga Salhah bersama warga lain yang terdampak mendapat bantuan dana pembangunan rumah dari pemerintah kota, namun saat ini masih menunggu pencairan dana tersebut.
Salhah yang sudah tinggal dilingkungan tersebut hampir 30 tahun, berharap kondisi lingkungan di Gang Sari 45 dapat segera pulih sehingga warga yang terdampak kebakaran bisa kembali menjalani aktivitas dan pekerjaan sehari-hari seperti biasa.
Sebelumnya Salhah juga menceritakan bahwa dirinya ingin ingin membuka warung makan sederhana kembali, dengan berjualan nasi kuning dan snack-snack ringan untuk anak-anak sekolah.
“Mau jualan lagi, membuka warung lagi, Mudah-mudahan cepat selesai membangun rumah,” tutupnya.
Diketahui, kebakaran melanda kawasan tersebut pada Minggu (12/7/2026) lalu.
Dalam kejadian itu kebakaran menghanguskan puluhan rumah milik warga, sebagian besar bangunan di kawasan itu terbuat dari kayu dan berdiri berdempetan. (Mg1)
Page: 1 2
Karhutla mengancam kampus UPR, dengan titik api sempat mendekati sejumlah gedung vital. Kondisi kini terkendali,…
Kabut asap akibat karhutla mulai berdampak pada kesehatan warga Palangka Raya. Dinkes mencatat 132 kasus…
Pendapatan Kalteng naik Rp197,6 miliar dalam Perubahan APBD 2026. Kesepakatan tersebut juga mencatat total belanja…
Perubahan APBD Kalteng 2026 disepakati dengan total belanja Rp5,54 triliun. Anggaran diarahkan untuk memperkuat pelayanan…
Pengaduan layanan notaris, PNBP, naturalisasi hingga kewarganegaraan dibahas dalam “PASTI Ada Solusi” Episode 12 yang…
Kabut asap pekat menyelimuti Lamandau, membuat warga mulai mengeluhkan batuk, sesak napas, dan mata perih.