
Sekolah yang dijadikan posko kebakaran sementara pada lokasi terdampak di Kelurahan Pahandut Gang Sari 45, Kamis (12/7/2026). (Foto : Heri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kelurahan Pahandut langsung bergerak cepat merespons musibah kebakaran hebat di belakang bekas Hotel Rahman, Minggu siang (12/7/2026).
Sebuah posko terpadu tanggap darurat, resmi didirikan di kantor kelurahan untuk menangani ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Posko ini diprioritaskan untuk menjamin suplai logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan tempat pengungsian darurat.
Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menegaskan pendirian posko adalah langkah penanganan awal agar para korban tidak telantar.
“Ini (posko) sudah kita siapkan di ruang sini. Nanti ada posko khusus penanganan kebakaran, posko kesehatan, dan kebutuhan lainnya,” tegas Reza di lokasi kejadian.
Pihak kelurahan juga telah menyiapkan fasilitas istirahat sementara bagi warga yang terdampak langsung.
“Kita selaku pihak kelurahan sudah mempersiapkan matras dan terpal kalau memang ada warga yang harus mengungsi di posko,” tambahnya.
Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah merampungkan pendataan korban secara maraton dan akurat.
Validasi data ini sangat krusial agar bantuan sosial dari Dinas Sosial (Dinsos) dan instansi terkait dapat segera disalurkan.
“Selama data cepat kita laporkan berjenjang, insyaallah bantuan bisa segera turun malam ini atau selambat-lambatnya besok,” jelas Reza.
Berdasarkan pendataan awal, amukan si jago merah di kawasan padat penduduk RT 01/RW 10 dan RT 03/RW 09 ini menghanguskan 25 unit rumah dan 1 barak.
Tidak hanya permukiman, bangunan Sekolah Darul Ulum tingkat SD dan SMP yang berada di kawasan tersebut juga ikut terdampak.
Tercatat sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) dengan total 127 jiwa harus kehilangan tempat bernaung akibat peristiwa nahas ini. Meski kerugian material cukup besar, Reza memastikan tidak ada laporan korban jiwa meninggal dunia.
“Untuk korban jiwa tidak ada. Laporan yang masuk hanya luka ringan sekitar dua hingga tiga orang,” ungkapnya.
Luka tersebut meliputi luka bakar ringan, serta ada pula warga yang kakinya menginjak pecahan beling saat berupaya menyelamatkan diri.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menyebutkan sekitar 50 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api.
“Lebih kurang 45 menit sampai 1 jam kita bisa padamkan titik utama api, dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan pendinginan,” terang Urianinu.
Kini, sembari menunggu hasil investigasi resmi kepolisian terkait penyebab kebakaran, aparat gabungan dan pemerintah setempat fokus penuh pada pemulihan korban di posko pengungsian.
Dari pantauan awak media, selain sekolah yang dijadikan posko sementara, ada juga tim medis yang sudah stand by pada lokasi kejadian. Hingga saat ini belum terdata berapa jumlah pasti rumah dan korban yang terdampak. (her)
Komisi Eropa menilai Meta belum mengatasi risiko desain adiktif pada platform Instagram dan Facebook.
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura), Tuti Marheni, melaksanakan kegiatan reses di Aula Kantor Kecamatan…
Sebuah video yang memperlihatkan perselisihan dua pengemudi mobil di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur, viral di…
Pelaksanaan Sinode Umum Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) XXV Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Murung…
Tren jam tangan luxury masih menunjukkan geliat positif di Surabaya. Meski bukan kebutuhan primer, minat masyarakat terhadap arloji premium tetap…
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat drastis setelah muncul harapan perdamaian. Korps Garda…