Zhezee mengaku menjadi sasaran perundungan di media sosial dengan berbagai sebutan yang dianggap kekurangan, termasuk tudingan membawa isu suku.
Namun, ia menegaskan tidak pernah membawa atau menyerang identitas suku tertentu dalam unggahannya.
“Saya berani pastikan, bisa cek ke postingan ulun, tidak pernah membawa suku Banjar atau Dayak,” bebernya.
Sementara itu, Damang Pahandut William SE meminta agar seluruh unggahan yang dianggap dapat memicu masalah segera dihapus.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah unggahan terkait tapung tawar versi terbaru.
William menegaskan masyarakat yang hidup di Kalimantan Tengah, khususnya wilayah Kedamangan Pahandut Palangka Raya, harus menjunjung nilai Belom Bahadat atau hidup dengan tata krama dan menghormati sesama.(kpg)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan terus bergerak di zona positif. Keperkasaan…
Polisi mengamankan belasan orang usai demo di gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jumat (26/6)…
Stephanie Frappart merupakan wasit perempuan pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia pria. Frappart resmi bergabung…
Awal pekan balap yang kurang mulus buat Marc Marquez. Juara bertahan MotoGP itu terjatuh saat…
ERP Palangka Raya mencatat enam kasus bunuh diri sepanjang Januari hingga Juni 2026 dan mengajak…
Penelitian di Gunung Mas menunjukkan paparan merkuri berkaitan dengan meningkatnya risiko gizi buruk dan stunting…