“Bagaimana saat itu misalnya untuk kepentingan elektoral dipakai belanja bansos yang begitu besar,” katanya.
Hasto bahkan mengutip pandangan sejumlah pengamat politik internasional yang memperkirakan total belanja bansos tersebut mencapai lebih dari 13 miliar dolar Amerika Serikat.
“Dalam hitungan para pengamat politik luar, itu mencapai lebih dari 13 miliar USD,” ungkapnya.
Selain bansos, Hasto juga menyoroti belanja infrastruktur yang menurutnya belum sepenuhnya menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat luas.
Ia menilai sejumlah proyek besar yang telah dijalankan belum mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kemudian belanja-belanja infrastruktur yang tidak memberikan suatu multiplier,” ujarnya.
Tak hanya itu, Hasto turut menyinggung proyek pemindahan ibu kota negara yang selama ini menjadi salah satu program strategis nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut juga perlu dievaluasi dari sisi dampak ekonomi dan beban fiskal yang ditimbulkan.
“Efek pemindahan ibu kota,” katanya singkat.
Pemerintah memberikan sinyal bahwa mobil hybrid belum tentu mendapat insentif tambahan pada 2026. Menteri Koordinator…
Nama Presiden Prabowo Subianto masih menjadi pilihan teratas masyarakat jika pemilihan presiden digelar saat ini. Hal itu…
Klub pendatang baru Isen Mulang FC terus mematangkan komposisi skuad menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Salah satu langkah…
Dari sekian banyak kombinasi weton, terdapat beberapa yang dianggap istimewa. Mereka ini disebut sebagai weton…
Jorge Martin menilai kemenangan pada Sprint MotoGP Inggris di Silverstone merupakan hasil dari proses panjang…
Masyarakat adat Dayak Taboyan di Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah…