“Sebagaimana petuah orang tua Dayak, Danum itah, petak itah, harus itah jaga. Air dan tanah adalah amanah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Warisan terbesar yang dapat kita tinggalkan adalah nilai-nilai kebaikan, persatuan, keteladanan, dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerdayak Indonesia Yansen A. Binti menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia juga mendorong seluruh kader Gerdayak agar terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Wiyatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gerdayak Indonesia atas penghormatan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kapuas.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Kapuas. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, membangun daerah, serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.
Kisah remaja asal Pulang Pisau yang terancam putus sekolah karena faktor ekonomi mendapat respons cepat…
Pemprov Kalteng membangun tiga sumur bor dan menormalisasi kanal di Tumbang Nusa guna memperkuat mitigasi…
Bencana alam kembali melanda Negeri Sakura. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama Kedutaan Besar Republik…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport yang diduga berkaitan dengan…
Dua helikopter water bombing BNPB telah menjatuhkan 8,72 juta liter air untuk membantu memadamkan karhutla…
Tiga titik karhutla di Kelurahan Kameloh Baru berhasil dilokalisasi, sementara tim gabungan masih melanjutkan proses…