“Sebagaimana petuah orang tua Dayak, Danum itah, petak itah, harus itah jaga. Air dan tanah adalah amanah yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Warisan terbesar yang dapat kita tinggalkan adalah nilai-nilai kebaikan, persatuan, keteladanan, dan semangat pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerdayak Indonesia Yansen A. Binti menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia juga mendorong seluruh kader Gerdayak agar terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Usai menerima penghargaan, Wiyatno menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gerdayak Indonesia atas penghormatan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kabupaten Kapuas.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Kapuas. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, membangun daerah, serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman merespon kehadiran juru taktik Vietnam di laga menghadapi Mozambik di SUGBK.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak menyusul…
Menjadi versi terbaik dari diri sendiri bukan berarti harus sempurna. Dalam psikologi, pertumbuhan pribadi lebih…
Seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan mengamuk di rumahnya di Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka…
KPU Palangka Raya menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang dilakukan Kejaksaan terkait dugaan korupsi dana…
Timnas Indonesia akan kembali memasuki agenda penting pada pertengahan 2026 dengan tampil di ASEAN Cup…