Berbeda dengan progres pembangunan yang masih sesuai koridor, kondisi Jembatan Petake justru memprihatinkan. Bupati mendapati sejumlah kerusakan pada bagian lantai jembatan dan railing atau pagar pengaman yang sudah tidak layak fungsi.
Kondisi itu dinilai sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari. Tanpa menunggu lama, Bupati Shalahuddin langsung memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara. Ia meminta agar perbaikan dilakukan secepatnya tanpa melalui prosedur birokrasi yang berbelit.
“Jangan ditunda. Saya minta Dinas PUPR segera lakukan assessment, siapkan anggaran, dan lakukan perbaikan secepatnya. Keselamatan masyarakat nomor satu,” tegas bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa kelambanan dalam menangani infrastruktur publik dapat berisiko pada kecelakaan yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, ia menginginkan laporan teknis dari Dinas PUPR dalam waktu paling lambat satu pekan ke depan. (ren/nue/kpg)
Page: 1 2
Honda Racing Indonesia mulai musim balap 2026 dengan penampilan sempurna pada Kejurnas Balap Mobil Round…
Kabar kemunculan kuyang menghebohkan warga Desa Kayu Bawang, Handil Halabiu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, dalam beberapa…
Pengadaan motor listrik Makan Bergizi Gratis (MBG) masih jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Terlebih,…
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah menelan kekalahan di babak semifinal Australian Open…
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang menggelar silaturahmi…
Pipit Setyorini secara resmi dipercaya oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk…