Berbeda dengan progres pembangunan yang masih sesuai koridor, kondisi Jembatan Petake justru memprihatinkan. Bupati mendapati sejumlah kerusakan pada bagian lantai jembatan dan railing atau pagar pengaman yang sudah tidak layak fungsi.
Kondisi itu dinilai sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas setiap hari. Tanpa menunggu lama, Bupati Shalahuddin langsung memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara. Ia meminta agar perbaikan dilakukan secepatnya tanpa melalui prosedur birokrasi yang berbelit.
“Jangan ditunda. Saya minta Dinas PUPR segera lakukan assessment, siapkan anggaran, dan lakukan perbaikan secepatnya. Keselamatan masyarakat nomor satu,” tegas bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa kelambanan dalam menangani infrastruktur publik dapat berisiko pada kecelakaan yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, ia menginginkan laporan teknis dari Dinas PUPR dalam waktu paling lambat satu pekan ke depan. (ren/nue/kpg)
Page: 1 2
Karhutla di seberang Sungai Lamandau meluas, sementara akses petugas menuju titik api terkendala.
Karhutla di Desa Kujan, Lamandau, menghanguskan sekitar 30 hektare lahan gambut.
Kabut asap karhutla mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, satu pesawat sempat batal mendarat.
Polisi menyelidiki aksi perampasan di sebuah BRILink Jalan Seth Adji, Palangka Raya, yang membuat uang…
HMI menilai karhutla Kalimantan telah berkembang menjadi persoalan serius yang membutuhkan penguatan pencegahan dan penanganan…
DPRD Bartim mendukung pembangunan kantor BNNK dan mendorong pusat rehabilitasi segera beroperasi.