Ia berharap program Desa Binaan Imigrasi dan Pelayanan Eazy Passport tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berjalan secara nyata melalui edukasi kepada masyarakat, koordinasi antarinstansi, serta pengawasan berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Khristianto Yudha juga menyambut baik penetapan Desa Pamait, Desa Sababilah, Desa Sanggu, Desa Mangaris, Desa Pamangka, dan Kelurahan Buntok Kota sebagai Desa Binaan Imigrasi.
Ia berharap desa dan kelurahan tersebut dapat menjadi percontohan dalam membangun kesadaran hukum, ketertiban administrasi, serta perlindungan masyarakat di tingkat lokal.
” Pelayanan seperti ini sangat membantu masyarakat karena lebih mudah dijangkau, lebih cepat, dan memberikan kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan,” imbuhnya.
Khristianto Yudha menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup upaya menciptakan rasa aman, tertib, dan perlindungan bagi masyarakat.
”Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Imigrasi, Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus dijaga dan diperkuat demi terwujudnya Barito Selatan yang aman dan tertib,” tuturnya. (ena/kpg)
Page: 1 2
Timnas Indonesia akan kembali memasuki agenda penting pada pertengahan 2026 dengan tampil di ASEAN Cup…
Tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Sony Sonjaya mengajukan diri…
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah memberikan masukan dan saran kepada Dinas…
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) kabupaten Seruyan, Citra Yudha. Memberikan apresiasi yang tinggi…
Wabup Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menyebut opini WTP ke-11 merupakan bukti pengelolaan keuangan daerah yang…
Pemkab Pulang Pisau memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga komoditas strategis dan peningkatan koordinasi…