Categories: Catatan Dahlan Iskan

Tol Memelas

Ia ingin ada jalan tembus dari Ngawi ke Blora. Jangan lagi hanya lewat Padangan (Bojonegoro).

“Kepresnya sudah terbit,” ujar sang bupati. Yakni membangun jalan baru dari Randublatung langsung ke Ngawi. Hanya 26 Km.

“Berarti harus membangun jembatan baru melintasi Bengawan Solo?” tanya saya.”Jembatannya sudah ada,” katanya.

Jembatan itu masih baru. Yang membangun Bupati Ngawi (waktu itu) Kanang. Ia memang bupati yang berprestasi. Dua periode. Dari PDI-Perjuangan. Berarti jalan baru Ngawi-Randublatung itu sudah di depan mata.

Itu juga akan memudahkan Universitas Gadjah Mada: ada 1000 hektare hutan jati yang diserahkan ke UGM sebagai hutan penelitian di kanan-kiri jalan tembus itu nanti.Yang tidak memerlukan Kepres adalah jalan tembus ke arah timur.

Bupati Blora berhasil merayu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah: untuk membangun jalan tembus antara Blora-Bojonegoro. Sudah terbangun. Kira-kira 10 Km di selatan Padangan. Bupati Bojonegoro yang membangunnya. Yang membiayainya. Termasuk membangun jembatan baru yang melintasi Bengawan Solo di situ.

Itu bukan saja karena kedua bupati sama-sama kader PKB. Tapi lebih karena Bojonegoro ”tahu diri”: Bojonegoro mendapat bagi hasil yang besar dari migas. Blora tidak. Padahal di bawah tanah sana sumber minyak itu mencakup wilayah Blora.

Hanya saja pengeborannya dilakukan di wilayah Bojonegoro. Peraturan bagi hasil menyebutkan: Kabupaten yang menjadi lokasi pengeboran yang mendapat bagi hasil. Bupati Bojonegoro kelihatannya memilih membangunkan saja jalan dan jembatan itu.Daripada peraturannya diubah.

“Apakah untuk mendapat jembatan baru itu Anda sampai mengancam Bupati Bojonegoro?” tanya saya.

“Tidak. Saya memilih bersikap memelas. Seperti orang yang perlu disantuni,” jawabnya.

Bupati Arief memang tahu diri: hanya minta jalan tembus. Bukan jalan tol seperti di Demak.Tapi, kelihatannya, Arief akan sering bersikap seperti memelas kepada menteri PUPR: agar jalan tembus ke Ngawi itu segera dibangun. Jangan-jangan juga, akan banyak bupati dari luar Jawa yang tiba-tiba bersikap memelas, meniru Arief. (Dahlan Iskan)

Page: 1 2

Indar

Share
Tags: DiswayTol

Recent Posts

Terpilih Aklamasi di Kongres Nasional 2026, Paman Birin Kembali Pimpin PB Lemkari 2026-2031

Paman Birin terpilih secara aklamasi untuk kembali memimpin Pengurus Besar  Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari)…

15 hours ago

Terungkap! Inilah Sosok Penembak di Acara Donald Trump

Identitas pelaku penembakan yang menggemparkan acara makan malam jurnalis di Washington akhirnya terungkap. Pria tersebut…

17 hours ago

Program Sekolah Gratis dan Digitalisasi Antar Kalteng Raih Penghargaan Nasional

Pemprov Kalteng meraih penghargaan nasional di bidang pendidikan berkat program sekolah gratis dan digitalisasi pembelajaran…

19 hours ago

Persaingan Menuju Takhta Liga Inggris Kian Sengit, Manchester City atau Arsenal Juara?

Persaingan menuju takhta Liga Inggris musim ini menjelma menjadi drama panjang yang tak kehilangan tensi.…

19 hours ago

Borneo FC Samai Poin Persib Bandung, Persebaya Surabaya Intip Lima Besar

Borneo FC menempel ketat juara bertahan sekaligus tim pemuncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026,…

20 hours ago

Rider Indonesia Veda Ega Pratama Harus Memulai Balapan dari Posisi ke-17

Harapan besar sempat muncul, namun berakhir dengan kenyataan pahit. Veda Ega Pratama harus memulai balapan…

20 hours ago