
Dea Arranoya dan sang ayah dr. Nevi Rizal.
PROKALTENG.CO-Polemik oknum anak pejabat publik flexing alias pamer kembali terjadi. Jika sebelumnya Mario Dandy, putra eks Dirjen Pajak Rafael Alun, kini ada Dea Arranoya putri Asisten I Setdakab Gayo Lues dr Nevi Rizal.
Dea mendadak jadi sorotan publik setelah sederet unggahannya di media sosial viral dan menuai kritik keras dari publik. Kontroversi Dea Arranoya bermula ketika berbagai tangkapan layar unggahan Dea beredar luas di media sosia.
Dalam beberapa unggahan, ia memperlihatkan perjalanan ke sejumlah negara, biaya pendidikan yang ditanggung ayahnya, hingga berbagai fasilitas yang diterimanya.
Salah satu unggahan yang paling banyak diperbincangkan adalah ketika ia menulis mengenai biaya kuliahnya.
“Menghabiskan uang papa kak menyala ukt koas+S2 20jt ++ itu,” tulis Dea.
Kalimat tersebut kemudian viral dan memicu beragam tanggapan. Banyak warganet menganggap unggahan itu sebagai bentuk pamer kekayaan yang kurang tepat disampaikan kepada publik.
Selain itu, beberapa unggahan lain yang turut menjadi sorotan antara lain perjalanan ke Korea Selatan, Thailand, dan sejumlah negara di Eropa.
Dea juga mengunggah brosur mobil, tiket perjalanan luar negeri, hingga foto deretan sekitar 15 jeriken bahan bakar minyak (BBM) di garasi rumah keluarganya.
Tak berhenti sampai di situ, Dea juga sempat mengunggah narasi bahwa kehidupannya kadang berada di Paris, Inggris, dan Jerman.
Polemik tersebut akhirnya menyeret nama keluarganya hingga berujung pada pengunduran diri sang ayah.
Ayah Dea Arranoya, dr. Nevi Rizal, yang saat itu menjabat Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Mengapa Konten Dea Arronaya Flexing Dikritik?
Konten Dea yang menampilkan gaya hidup mewah di berbagai platform digital dianggap tidak pantas oleh publik.
Mengingat, kondisi masyarakat Gayo Lues, Aceh, yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana.
Warganet menilai, sejumlah kontennya menunjukkan kurangnya rasa empati dan kepekaan sosial, terlebih ia merupakan putri seorang pejabat daerah.
Profil Dea Arranoya
Di balik konten flexing, pendidikan Dea Arranoya ternyata cukup menonjol.
Dilansir dari solobalapan.jawapos.com, berdasarkan data PDDikti, Dea merupakan lulusan Program Sarjana Pendidikan Dokter Hewan Universitas Syiah Kuala (USK) dan menyelesaikan studinya pada 2025.
Setelah lulus, ia melanjutkan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (co-assistant atau koas) di universitas yang sama sejak Agustus 2025.
Pada waktu yang bersamaan, Dea juga tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Pekerjaan Dea Arranoya
Berdasarkan informasi yang tersedia, Dea belum diketahui memiliki profesi atau pekerjaan tetap di luar aktivitas akademiknya.
Saat ini ia masih berstatus sebagai peserta Pendidikan Profesi Dokter Hewan sekaligus mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat.
Instagram Dea Arranoya
Seiring viralnya konten flexing Dea Arranoya, perhatian publik juga tertuju pada akun media sosialnya, salah satunya instagram.
Sebelumnya, Dea diketahui sempat menggunakan akun Instagram dengan nama @deaarranoyaa.
Dalam perkembangan berikutnya, namanya juga dikaitkan dengan akun @ddeyya.aa yang memuat sejumlah unggahan perjalanan luar negeri dan gaya hidup mewah.
Namun, setelah polemik meluas, akun Instagram tersebut sudah tidak lagi aktif. Akun TikTok miliknya yang sebelumnya sempat dikunci juga tidak lagi dapat ditemukan.
Dea Arranoya Minta Maaf
Gelombang kritik yang semakin meluas membuat Dea akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui surat terbuka bermeterai pada 22 Juli 2026.
Dalam surat itu, ia mengakui unggahan-unggahan tersebut merupakan bentuk kelalaian, ketidakdewasaan, serta kurang bijaksana dalam menggunakan media sosial.
Ia juga menyatakan telah menghapus seluruh konten yang menjadi sorotan dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang digital. (jpg)
Penampilan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang melihat dirinya sendiri maupun kesan yang diberikan kepada…
Beberapa di antaranya diperkirakan akan menghadapi pengalaman baru, menemukan peluang menarik, atau menerima kabar yang…
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, secara terbuka mengakui bahwa dinamika ekonomi dan kondisi dunia…
Proses penuaan merupakan hal alami yang terjadi pada setiap orang, tetapi beberapa kebiasaan sehari-hari dapat…
Tempe telah lama menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan di warung makan hingga pasar tradisional,…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau Pos Siaga Karhutla di Pulang Pisau dan menegaskan setiap titik…