Ia pun menjelaskan, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemadaman, khususnya di kawasan yang jauh dari akses sungai atau permukiman.
Selain itu, Dede juga mendorong organisasi perangkat daerah terkait, BPBD, damkar, hingga pihak kelurahan untuk meningkatkan koordinasi dan melakukan identifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.
“Wilayah-wilayah yang selama ini sering terbakar harus dipetakan kembali. Langkah antisipasi harus lebih matang agar dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.
Dede berharap seluruh elemen, termasuk masyarakat, turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. (jef)
Page: 1 2
DPRD Kabupaten Murung Raya menyatakan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab)…
Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya Rumiadi menghadiri pembukaan Mura Expo 2026 yang digelar di Alun-Alun…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi…
Memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, masyarakat Kabupaten Murung Raya diimbau meningkatkan…
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Festival Jajanan…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya Fredrich Dominggus Yoga menilai Mura Expo 2026 menjadi event strategis…