Ia pun menjelaskan, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemadaman, khususnya di kawasan yang jauh dari akses sungai atau permukiman.
Selain itu, Dede juga mendorong organisasi perangkat daerah terkait, BPBD, damkar, hingga pihak kelurahan untuk meningkatkan koordinasi dan melakukan identifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.
“Wilayah-wilayah yang selama ini sering terbakar harus dipetakan kembali. Langkah antisipasi harus lebih matang agar dampaknya bisa diminimalkan,” katanya.
Dede berharap seluruh elemen, termasuk masyarakat, turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. (jef)
Page: 1 2
Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan sumpah PNS merupakan komitmen moral untuk mengabdi dengan…
Bapenda Kota Palangka Raya mengintensifkan sosialisasi, pendataan, pemeriksaan, dan penagihan pajak terhadap pelaku usaha yang…
Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menyegel 6.000…
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya mendorong redistribusi guru ASN yang mengajar di sekolah swasta…
Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai mengkaji penyesuaian tarif retribusi Rumah Potong Unggas (RPU) seiring rencana peningkatan…
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus melakukan evaluasi dan penataan formasi guru sebagai upaya memenuhi…