Categories: Otomotif

Motor Tua Kian Diburu, Sayang Pembeli Makin Seret

PROKALTENG.CO-Pamor motor tua atau motor klasik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Komunitas dan penghobi motor lawas terus bermunculan di berbagai daerah. Namun, di balik tren tersebut, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir.

Fenomena itu diungkapkan Zamrony, atau yang akrab disapa Cak Zam, mekanik spesialis motor klasik pabrikan Eropa yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia restorasi motor lawas.

Menurutnya, meski harga motor klasik relatif stabil, transaksi jual beli kini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

“Kalau soal tren, peminat motor tua memang semakin banyak. Tapi daya beli justru semakin menurun dalam 10 tahun terakhir, meskipun harga motor cenderung stabil,” ujarnya saat ditemui di bengkelnya di kawasan Menur Pumpungan, Surabaya, Jumat (17/7).

Cak Zam menilai maraknya kendaraan listrik juga tidak memengaruhi para pecinta motor klasik. Baginya, motor tua memiliki nilai sejarah, seni, dan kepuasan tersendiri yang tidak bisa digantikan kendaraan modern.

“Bagi penghobi motor klasik, motor baterai tidak berpengaruh,” katanya.

Perjalanan Cak Zam menjadi mekanik motor klasik berawal dari hobinya saat merantau ke Bali pada 1986. Kala itu, ia membantu usaha kakaknya yang bergerak di bidang perbaikan jok kendaraan.

Ketertarikannya terhadap motor klasik muncul setelah sering melihat seorang temannya mengendarai motor tua. Rasa penasaran itu akhirnya membawanya membeli sebuah motor BSA pada 1990 dengan harga Rp1,7 juta dalam kondisi rusak.

Meski saat itu harga tersebut dianggap sangat mahal, Cak Zam tetap membelinya karena seluruh komponennya masih lengkap.

Pengalaman memperbaiki motor tersebut justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Setelah motornya mengalami kerusakan parah akibat kesalahan pemasangan selang hingga mesin jebol, ia belajar memperbaikinya secara otodidak menggunakan buku panduan servis yang diterjemahkan oleh mahasiswa dan wisatawan asing.

Kemampuannya terus berkembang ketika aktif mengikuti touring bersama komunitas motor klasik di Bali. Ia kerap membantu memperbaiki motor peserta yang mogok di tengah perjalanan. Dari situlah namanya mulai dikenal hingga akhirnya membuka bengkel khusus motor klasik.

Keahliannya bahkan sempat menarik perhatian pihak dari luar negeri. Cak Zam pernah mendapat tawaran membuka bengkel di Inggris. Namun, tawaran itu ditolaknya karena memilih tetap berkarya di Indonesia.

“Ini sudah menjadi hobi saya. Jadi bukan semata-mata mencari uang,” ungkapnya.

Kini, setelah kembali menetap di Surabaya, bengkel sederhananya melayani pelanggan dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Bali, Aceh, hingga Tanjung Pinang. Tak sedikit kolektor yang mengirimkan motor klasiknya menggunakan jasa ekspedisi untuk direstorasi.

Salah satu kendaraan tertua yang pernah ditanganinya adalah motor merek FN keluaran tahun 1914. Menurut Cak Zam, motor tersebut sebelumnya telah beberapa kali diservis di berbagai bengkel, tetapi belum berhasil diperbaiki hingga akhirnya kembali hidup di tangannya. (mus/vga/jpg)

 

Hendry Priyatmoko

Share

Recent Posts

Mengubah Euforia Menjadi Pendapatan: Strategi UMKM Memanfaatkan Nobar

Euforia nonton bareng sepak bola tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi…

8 minutes ago

Pelaku Usaha Apresiasi Palangka Raya Coffee Week, Dorong Industri Kopi Lokal Makin Berkembang

Palangka Raya Coffee Week perdana mendapat apresiasi pelaku usaha karena dinilai mampu mendorong perkembangan industri…

53 minutes ago

18 Coffee Shop Meriahkan Palangka Raya
 Coffee Week, Dorong Peluang Bisnis dan Kolaborasi

Sebanyak 18 coffee shop dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah meramaikan Palangka Raya Coffee Week.

1 hour ago

Cinta Laura Bantu Asistennya Raih Ijazah SMA

Cinta Laura menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan membantu salah satu asistennya, Salsa, menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

3 hours ago

Kebiasaan Seseorang Memiliki Tingkat Loyalitas yang Tinggi

Dalam sebuah hubungan, kepercayaan adalah fondasi utama yang membuat cinta dapat bertahan dalam jangka panjang.

3 hours ago

Kepribadian Orang yang Tak Memperlihatkan Gigi Saat Senyum di Foto

Setiap orang memiliki gaya tersenyum yang berbeda ketika mengabadikan momen melalui foto. Ada yang tersenyum…

3 hours ago