Aplikasi PENA Kalteng memudahkan pemantauan 443 sekolah secara digital sekaligus mendukung pemerataan pendidikan dan kolaborasi pembangunan sekolah di seluruh wilayah Kalteng.
Disdik Kalteng melarang komersialisasi kegiatan kesiswaan dan menegaskan seluruh aktivitas siswa harus berorientasi pada pendidikan serta pembentukan karakter.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah, mengalami penurunan hingga sekitar 45 persen. Namun kualitas layanan pendidikan tetap terjaga dengan tingkat kepuasan peserta
Disdik Kalteng mematangkan penguatan koperasi sekolah sebagai instrumen transparan dan akuntabel, dengan alokasi anggaran Rp53 miliar pada 2026 yang menyasar sekitar 34 ribu siswa SMA, SMK, dan SKH.
Disdik Kalteng memastikan berbagai program strategis pendidikan seperti AMB, Tryout UTBK, PKDS, hingga pengembangan talenta siswa tetap berlanjut pada 2026.