PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Usianya masih belia dan masih duduk di bangku sekolah. Namun, Aufa Rizkia, pelajar SMAN 2 Palangka Raya, sudah dipercaya mengemban peran sebagai salah satu finalis Putri Hijabfluencer Kalimantan Tengah 2026.
Perjalanan Aufa bersama para finalis lainnya akan mencapai puncaknya pada acara Grand Final Pemilihan Putri Hijabfluencer Kalimantan Tengah 2026 beberapa waktu.
Pelajar berbakat ini tidak ingin gelar yang diraihnya hanya menjadi sebuah mahkota. Ia justru ingin memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan konten positif, sekaligus memperkenalkan budaya dan potensi Kalimantan Tengah.
Dia mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang Pemilihan Putri Hijabfluencer Kalteng berawal dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman.
“Saya ingin keluar dari zona nyaman dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan sekitar,” ujar Aufa pada Kamis (10/9/2026).
Ia mengaku mengetahui pendaftaran ajang tersebut melalui media sosial. Ketertarikannya semakin kuat karena konsep Putri Hijabfluencer tidak hanya berbicara mengenai kecantikan, tetapi juga menggabungkan peran perempuan berhijab dengan dunia digital.
Proses seleksi ketat pun harus dilaluinya. Mulai dari seleksi berkas dan portofolio sebagai content creator, wawancara mengenai wawasan keislaman dan kebudayaan daerah, hingga unjuk bakat.
Bagi Aufa, menjadi bagian dari Putri Hijabfluencer bukan sekadar mendapatkan gelar. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan, terutama dalam menggunakan pengaruh di media sosial secara bijak.
Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan berhijab juga dapat tampil kreatif, produktif, dan menjadi trendsetter dengan tetap membawa nilai kesantunan.
“Saya ingin membuktikan bahwa perempuan berhijab bisa menjadi trendsetter yang cerdas, kreatif, santun, dan mampu membawa perubahan positif secara online maupun offline,” ungkapnya.
Sejumlah agenda dan aksi nyata pun mulai dijalankannya. Di antaranya sosialisasi pembentukan karakter muslimah ke sekolah dan komunitas remaja, kegiatan sosial dan kemanusiaan, hingga membantu mempromosikan produk UMKM lokal.
Namun, salah satu misi utama yang paling ingin ditekankan Aufa adalah memperkenalkan Kalimantan Tengah melalui konten digital. Ia berencana mengangkat potensi wisata alam, budaya Dayak, kuliner khas, hingga kearifan lokal dengan kemasan yang lebih dekat dengan generasi muda.
Konsep Cultural & Eco-Tourism menjadi salah satu fokus perhatiannya. Dia ingin membuat konten video pendek yang estetik dan informatif, termasuk mengangkat destinasi ikonik seperti Taman Nasional Tanjung Puting dan aktivitas susur sungai di Palangka Raya.
Tidak hanya itu, unsur budaya lokal juga akan dimasukkan dalam kontennya melalui modest fashion dengan sentuhan kain khas Kalteng, seperti Benang Bintik.
“Edukasi kearifan lokal juga ingin saya kemas dengan gaya penyampaian yang kasual, ramah penonton muda, dan mudah dipahami,” jelasnya.
Baginya, media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi aktivitas sehari-hari. Jika digunakan dengan tepat, platform digital bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menginspirasi anak muda.
“Harapannya, melalui media sosial saya bisa ikut memperkenalkan Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (mg2/jef)


