SEKTOR pariwisata menjadi salah satu potensi utama yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Palangka Raya, didukung oleh keindahan alam dan daya tarik buatan. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, mengungkapkan bahwa wisata berbasis alam atau ekowisata masih menjadi primadona, disusul wisata budaya dan buatan yang bersifat edukatif serta rekreatif.
“Saat ini, kami mencatat ada 46 potensi wisata di Palangka Raya, dengan 12 di antaranya menjadi destinasi unggulan. Sebagian besar berbasis ekowisata, seperti Arboretum Nyaru Menteng, Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, hingga Pulau Kaja,” ujar Iin pada Jumat (5/7).
Berbagai strategi telah digencarkan untuk menjaga dan mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan, antara lain melalui pelestarian lingkungan, pelibatan masyarakat lokal, pelestarian budaya, hingga digitalisasi destinasi. Disparbudpora juga aktif memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menggandeng seniman lokal untuk memperkuat identitas budaya Dayak di lokasi wisata.
Namun, pengembangan pariwisata di Palangka Raya masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur pendukung seperti akses jalan yang belum memadai, fasilitas umum yang belum memenuhi standar, dan kurangnya promosi yang menjangkau pasar nasional maupun internasional.
“Kita juga masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang terlatih, serta minimnya acara wisata tahunan yang bisa menarik wisatawan dari luar daerah,” ungkapnya.
Menjawab tantangan tersebut, Disparbudpora terus melakukan pembenahan. Pemerintah juga mengupayakan peningkatan infrastruktur melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dinas Pariwisata Provinsi, anggaran APBD Kota Palangka Raya, dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR). Promosi wisata juga dilakukan secara digital melalui media sosial, situs web, dan aplikasi informasi pariwisata.
Selain itu, pelatihan dan sertifi kasi bagi pemandu wisata serta pelaku perhotelan menjadi fokus pembinaan SDM. Lebih lanjut, Iin menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memajukan sektor ini. Menurutnya, anak-anak muda bisa menjadi agen promosi yang efektif melalui media sosial, komunitas kreatif, dan berbagai platform digital.
“Kami mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai destinasi lokal, mempromosikan keindahan Palangka Raya secara positif, dan berperan aktif dalam kegiatan pariwisata seperti festival atau menjadi relawan promosi,” pesannya. (mut/ala/kpg)


