Risiko Naik Dua Kali Lipat
Hasil analisis data menunjukkan pola yang mengejutkan. Prevalensi atau angka kasus periodontitis parah melonjak drastis, dari hanya 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal, menjadi 36 persen pada mereka yang mulai mengalami penurunan fungsi ginjal tingkat sedang.
Kondisi tersebut diperparah dengan temuan albuminuria (kadar protein albumin yang tinggi dalam urine) yang menjadi tanda nyata adanya kebocoran atau kerusakan pada ginjal. Semakin parah penyakit gusi yang diderita seseorang, semakin buruk pula indikator kerusakan ginjalnya.
Menariknya, kaitan erat antara gusi berdarah dan gangguan ginjal ini tetap konsisten, bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko lain seperti faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit diabetes, hingga kebiasaan merokok pasien.
“Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, studi ini menyoroti bahwa kesehatan mulut bisa menjadi jendela potensial untuk mengintip kesehatan ginjal pasien,” tegas salah satu pemimpin studi, Prof. Dr. Aarabi.(jpc)
Risiko Naik Dua Kali Lipat
Hasil analisis data menunjukkan pola yang mengejutkan. Prevalensi atau angka kasus periodontitis parah melonjak drastis, dari hanya 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal, menjadi 36 persen pada mereka yang mulai mengalami penurunan fungsi ginjal tingkat sedang.
Kondisi tersebut diperparah dengan temuan albuminuria (kadar protein albumin yang tinggi dalam urine) yang menjadi tanda nyata adanya kebocoran atau kerusakan pada ginjal. Semakin parah penyakit gusi yang diderita seseorang, semakin buruk pula indikator kerusakan ginjalnya.
Menariknya, kaitan erat antara gusi berdarah dan gangguan ginjal ini tetap konsisten, bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko lain seperti faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit diabetes, hingga kebiasaan merokok pasien.
“Dengan menunjukkan adanya hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal dini, studi ini menyoroti bahwa kesehatan mulut bisa menjadi jendela potensial untuk mengintip kesehatan ginjal pasien,” tegas salah satu pemimpin studi, Prof. Dr. Aarabi.(jpc)