Penerbangan Terhenti Akibat Asap Pekat, Bandara Tjilik Riwut Rugi Rp1 Miliar Lebih

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melumpuhkan aktivitas penerbangan selama sebulan terakhir membuat pengelola Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menelan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Hal tersebut dibenarkan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, akibat nihilnya aktivitas pendaratan dan lepas landas pesawat karena keterbatasan jarak pandang, Senin (21/9/2026).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, tidak menampik besarnya pukulan finansial yang dialami pihaknya akibat kondisi cuaca ekstrem ini.

Saat dikonfirmasi mengenai taksiran kerugian yang menyentuh angka Rp1 miliar, ia membenarkan hal tersebut.

“Ya, kurang lebih. Kalau bicara itu, pasti. Nominalnya lumayan signifikan buat bandar udara,” kata Made pada Senin (21/9/2026).

Baca Juga :  Ilegal, Pemerintah Blokir Binomo dan 253 Domain Entitas Investasi

Made menjelaskan bahwa meruginya pihak bandara diakibatkan oleh nihilnya aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Terbatasnya jarak pandang akibat pekatnya kabut asap menjadi penyebab utama, sebuah kondisi alam yang sepenuhnya berada di luar kendali otoritas bandara.

Electronic money exchangers listing

“Kita tidak bisa menolak,” ujarnya singkat.

Walaupun rute udara terputus, Made menegaskan bahwa operasional bandara tidak mati total.

Para petugas kebandarudaraan tetap disiagakan dari pagi hingga sore hari untuk melayani penumpang, menjaga fasilitas ruang tunggu, serta memastikan proses lapor masuk (check-in) maskapai tetap berjalan.

Secara teknis, seluruh infrastruktur bandara mulai dari landasan pacu (runway) hingga perangkat navigasi pendaratan berada dalam kondisi prima.

“Permasalahannya saat ini terkendala oleh asap yang belum kunjung ada perbaikan,” katanya.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas di Palangka Raya, Identitas Korban Masih Misterius

Atas dasar pertimbangan keselamatan penerbangan, otoritas terkait sejauh ini belum mengeluarkan rekomendasi izin terbang untuk rute keluar-masuk Palangka Raya.

Rentetan pembatalan penerbangan dalam beberapa hari terakhir memaksa para calon penumpang memutar otak; sebagian memilih beralih ke moda transportasi darat atau air, sementara sisanya memilih bertahan di bandara menunggu kepastian jadwal.

Pihak Angkasa Pura kini hanya bisa bergantung pada perbaikan kondisi alam agar roda ekonomi di bandara bisa kembali berputar.

“Mudah-mudahan ada perbaikan jarak pandang, sehingga pergerakan pesawat kembali normal di Bandara Tjilik Riwut,” ucapnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melumpuhkan aktivitas penerbangan selama sebulan terakhir membuat pengelola Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menelan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Hal tersebut dibenarkan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, akibat nihilnya aktivitas pendaratan dan lepas landas pesawat karena keterbatasan jarak pandang, Senin (21/9/2026).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, tidak menampik besarnya pukulan finansial yang dialami pihaknya akibat kondisi cuaca ekstrem ini.

Electronic money exchangers listing

Saat dikonfirmasi mengenai taksiran kerugian yang menyentuh angka Rp1 miliar, ia membenarkan hal tersebut.

“Ya, kurang lebih. Kalau bicara itu, pasti. Nominalnya lumayan signifikan buat bandar udara,” kata Made pada Senin (21/9/2026).

Baca Juga :  Ilegal, Pemerintah Blokir Binomo dan 253 Domain Entitas Investasi

Made menjelaskan bahwa meruginya pihak bandara diakibatkan oleh nihilnya aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat.

Terbatasnya jarak pandang akibat pekatnya kabut asap menjadi penyebab utama, sebuah kondisi alam yang sepenuhnya berada di luar kendali otoritas bandara.

“Kita tidak bisa menolak,” ujarnya singkat.

Walaupun rute udara terputus, Made menegaskan bahwa operasional bandara tidak mati total.

Para petugas kebandarudaraan tetap disiagakan dari pagi hingga sore hari untuk melayani penumpang, menjaga fasilitas ruang tunggu, serta memastikan proses lapor masuk (check-in) maskapai tetap berjalan.

Secara teknis, seluruh infrastruktur bandara mulai dari landasan pacu (runway) hingga perangkat navigasi pendaratan berada dalam kondisi prima.

“Permasalahannya saat ini terkendala oleh asap yang belum kunjung ada perbaikan,” katanya.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas di Palangka Raya, Identitas Korban Masih Misterius

Atas dasar pertimbangan keselamatan penerbangan, otoritas terkait sejauh ini belum mengeluarkan rekomendasi izin terbang untuk rute keluar-masuk Palangka Raya.

Rentetan pembatalan penerbangan dalam beberapa hari terakhir memaksa para calon penumpang memutar otak; sebagian memilih beralih ke moda transportasi darat atau air, sementara sisanya memilih bertahan di bandara menunggu kepastian jadwal.

Pihak Angkasa Pura kini hanya bisa bergantung pada perbaikan kondisi alam agar roda ekonomi di bandara bisa kembali berputar.

“Mudah-mudahan ada perbaikan jarak pandang, sehingga pergerakan pesawat kembali normal di Bandara Tjilik Riwut,” ucapnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru