PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Harga berbagai jenis kemasan plastik, mulai dari plastik es, kantong kresek, hingga gelas plastik (cup), dilaporkan mengalami lonjakan drastis dalam beberapa hari terakhir.
Dari pantauan awak media di lapangan, pada, Sabtu (4/4/2026), Â kenaikan harga yang diperkirakan mencapai 60 persen ini dikeluhkan oleh para pedagang eceran maupun konsumen, yang diduga dipicu oleh tersendatnya pasokan bahan baku.
Salah seorang pedagang di kawasan Pasar Besar Tradisional Kota Palangka Raya, Aulia Rahman (21), mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini sangat terasa pada modal belanja.
Ia mencontohkan, harga satu karung plastik es batu isi 30 pak, merek bawang yang sebelumnya berada di kisaran Rp890.000, kini meroket menjadi sekitar Rp1.440.000.
“Kenaikannya sekitar 60 persen. Kalau dihitung, belanja yang dulunya biasa Rp800 ribuan sekarang jadi sekitar Rp1,4 juta,” jelas Aulia.
Imbas dari naiknya harga modal tersebut, pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual eceran kepada konsumen.
Aulia merincikan, kenaikan harga di tingkat eceran yakni dari plastik es batu, naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per bungkus, kantong kresek  melonjak tajam dari Rp9.000 menjadi Rp15.000 per bungkus, dan gelas plastik naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000.
Menurut informasi yang diterima Aulia dari pihak pemasok distributor, melambungnya harga kemasan ini berakar dari masalah logistik dan bahan baku.
“Kata pihak distributor, bahan bakunya yang didatangkan dari luar negeri sedang sulit didapat. Selain itu, proses pengiriman logistiknya juga sekarang sedang lambat,” tambahnya.
Aulia menyebutkan pasokan barang tokonya didatangkan dari Jawa melalui Banjarmasin.
Lonjakan harga yang mendadak ini juga diamini oleh pedagang lainnya, Ainah (24). Menurut penuturannya, perubahan harga dari tingkat agen terjadi sangat cepat, bahkan terasa signifikan hanya dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
“Naiknya sangat terasa. Barang yang sebelumnya dijual Rp12.000 sekarang jadi Rp15.000. Untuk gelas cup yang sebelumnya kami jual Rp15.000, sekarang sudah jadi Rp20.000,” tutur Ainah.
Meski harga melambung tinggi, baik Aulia maupun Ainah mengaku bahwa kondisi ini tidak membuat pelanggan mereka kabur.
Konsumen, yang mayoritas merupakan sesama pedagang makanan atau minuman UMKM, tetap membeli barang tersebut karena merupakan kebutuhan pokok usaha mereka.
“Mau tidak mau ya harus ikut (harga pasar). Paling pembeli hanya bertanya sepatah dua kata soal kenapa harganya naik, tapi ujung-ujungnya tetap membeli karena memang butuh,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang berharap agar harga kebutuhan kemasan plastik dan rantai pasokan bahan baku bisa segera kembali stabil. (her)


