alexametrics
23.1 C
Palangkaraya
Wednesday, August 17, 2022

Ditlantas Diinstruksikan Atasi Arus Lalu-lintas di Lokasi Banjir

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Banjir yang masih terjadi hingga saat ini di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau membuat arus lalu-lintas di lokasi banjir terhambat.

Banyaknya kendaraan roda empat yang ingin melewati jalan tersebut, membuat sebagian kendaraan macet dan mengakibatkan antrian yang cukup panjang. Melihat hal tersebut, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo menginstruksikan kepada Ditlantas Polda Kalteng untuk turun langsung mengatur arus lalu-lintas. Salah satunya dengan mendirikan posko pemantau.

"Upaya kita untuk memantau arus lalu-lintas di lokasi banjir Bukit Rawi saat ini, yakni dengan mendirikan posko di sana, dan juga anggota lalu-lintas kita maksimalkan di sana untuk mengatur sistem buka tutup untuk kendaraan," ucapnya Jumat, (24/09/2021).

Baca Juga :  Pemkab Kotim Siapkan Panitia Evaluasi Tenaga Honorer

Selain itu, jendral bintang dua itu mengingatkan kepada pengendara untuk selalu berhati-hati. Sebab, sudah ada beberapa kejadian akibat dari banyak jalan yang dilalui kendaraan membuat jalan rusak dan berlubang.  Ini menurutnya sangat membahayakan.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri, dalam melewati jalan dengan kondisi berlubang sangat berbahaya juga kalau di lewati. Bisa saja terperosok masuk ke dalam lubang yang tidak terlihat di lokasi banjir," tandasnya.

Menurutnya anggota sudah diperintahkan untuk mengatur arus lalu-lintas tersebut, agar para pengendara yang lewat bisa lebih aman. Namun personel di lapangan ternyata tidak bisa 24 jam penuh dalam mengatur hal tersebut. Pasalnya, jika malam hari pencahayaan di lokasi banjir itu, sangat kurang.

Baca Juga :  Pembinaan Linmas, Mendidik dan Melatih Disiplin Anggota

"Jadi kita lebih banyak fokus sebelum malam hari. Kita akan maksimalkan untuk mengatur arus lalu-lintas di sana, dan kami harapkan untuk pengendara apabila tidak yakin atau ragu, jangan melewati jalan tersebut daripada nanti membahayakan pengguna jalan lainnya,"pungkas kapolda.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Banjir yang masih terjadi hingga saat ini di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau membuat arus lalu-lintas di lokasi banjir terhambat.

Banyaknya kendaraan roda empat yang ingin melewati jalan tersebut, membuat sebagian kendaraan macet dan mengakibatkan antrian yang cukup panjang. Melihat hal tersebut, Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo menginstruksikan kepada Ditlantas Polda Kalteng untuk turun langsung mengatur arus lalu-lintas. Salah satunya dengan mendirikan posko pemantau.

"Upaya kita untuk memantau arus lalu-lintas di lokasi banjir Bukit Rawi saat ini, yakni dengan mendirikan posko di sana, dan juga anggota lalu-lintas kita maksimalkan di sana untuk mengatur sistem buka tutup untuk kendaraan," ucapnya Jumat, (24/09/2021).

Baca Juga :  Survey Gangguan Listrik, Petugas PLN Temukan Kabel Terbakar

Selain itu, jendral bintang dua itu mengingatkan kepada pengendara untuk selalu berhati-hati. Sebab, sudah ada beberapa kejadian akibat dari banyak jalan yang dilalui kendaraan membuat jalan rusak dan berlubang.  Ini menurutnya sangat membahayakan.

"Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan diri, dalam melewati jalan dengan kondisi berlubang sangat berbahaya juga kalau di lewati. Bisa saja terperosok masuk ke dalam lubang yang tidak terlihat di lokasi banjir," tandasnya.

Menurutnya anggota sudah diperintahkan untuk mengatur arus lalu-lintas tersebut, agar para pengendara yang lewat bisa lebih aman. Namun personel di lapangan ternyata tidak bisa 24 jam penuh dalam mengatur hal tersebut. Pasalnya, jika malam hari pencahayaan di lokasi banjir itu, sangat kurang.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Siapkan Panitia Evaluasi Tenaga Honorer

"Jadi kita lebih banyak fokus sebelum malam hari. Kita akan maksimalkan untuk mengatur arus lalu-lintas di sana, dan kami harapkan untuk pengendara apabila tidak yakin atau ragu, jangan melewati jalan tersebut daripada nanti membahayakan pengguna jalan lainnya,"pungkas kapolda.

Most Read

Artikel Terbaru

/