alexametrics
25.3 C
Palangkaraya
Tuesday, August 9, 2022

PDAM Bartim Target 2.000 SR MBR Baru

TAMIANG LAYANG – PDAM
di Kabupaten Barito Timur (Bartim) menarget 2.000 Sambungan Rumah (SR)
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menambah pelanggan. Hal tersebut
direalisasikan melalui program penyambungan murah dengan biaya Rp 150 ribu.

Direktur PDAM Bartim
Hendroyono mengatakan, program tersebut merupakan lanjutan program sebelumnya.
Karena telah berjalan dan masih banyak warga enggan memasang dengan alasan
beragam. “Program ini membantu masyarakat Bartim yang kesulitan air bersih
dengan biaya minimal,” kata Hendroyono, kepada Kalteng Pos, Minggu (17/11).

Menurut dia, target
2.000 SR MBR tersebut hingga tahun 2021. Sedangkan untuk cakupannya seluruh
wilayah Bartim. Dia berharap, target itu bisa tercapai sesuai harapan.

“Bagi warga yang
ternyata di kawasan tidak terdapat pipa induk, kami rencanakan ke depan untuk
pemasangan pipa induk melalui usulan kepada dinas terkait,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketergantungan Terhadap Pusat Masih Besar

Dijelaskan Hendroyono,
sebenarnya untuk program-program murah, masyarakat mesti bersabar. Lantaran
PDAM mesti mencarikan investor untuk bisa membantu warga. “Itu terobosan
sebagai upaya menambah persentase akses air minum kepada masyarakat,” tegasnya.
(log/ens)

TAMIANG LAYANG – PDAM
di Kabupaten Barito Timur (Bartim) menarget 2.000 Sambungan Rumah (SR)
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menambah pelanggan. Hal tersebut
direalisasikan melalui program penyambungan murah dengan biaya Rp 150 ribu.

Direktur PDAM Bartim
Hendroyono mengatakan, program tersebut merupakan lanjutan program sebelumnya.
Karena telah berjalan dan masih banyak warga enggan memasang dengan alasan
beragam. “Program ini membantu masyarakat Bartim yang kesulitan air bersih
dengan biaya minimal,” kata Hendroyono, kepada Kalteng Pos, Minggu (17/11).

Menurut dia, target
2.000 SR MBR tersebut hingga tahun 2021. Sedangkan untuk cakupannya seluruh
wilayah Bartim. Dia berharap, target itu bisa tercapai sesuai harapan.

“Bagi warga yang
ternyata di kawasan tidak terdapat pipa induk, kami rencanakan ke depan untuk
pemasangan pipa induk melalui usulan kepada dinas terkait,” ungkapnya.

Baca Juga :  PMI Barsel Galang Dana Bantu Korban Banjir di Katingan

Dijelaskan Hendroyono,
sebenarnya untuk program-program murah, masyarakat mesti bersabar. Lantaran
PDAM mesti mencarikan investor untuk bisa membantu warga. “Itu terobosan
sebagai upaya menambah persentase akses air minum kepada masyarakat,” tegasnya.
(log/ens)

Most Read

Artikel Terbaru

/