MUARA TEWEH – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Barito Utara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara membidik klinik dan apotek untuk memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Upaya ini dilakukan lewat sosialisasi yang digelar di Muara Teweh, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 40 perwakilan apotek dan balai pengobatan dikumpulkan di Aula Dinas Kesehatan Barito Utara. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan monitoring kepesertaan di bawah ekosistem Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi, AR, SKM menegaskan program BPJS Ketenagakerjaan penting untuk melindungi tenaga kerja dari risiko sosial ekonomi. Dia menyebut, layanan BPJS kini terus diperkuat, termasuk lewat sistem online agar proses lebih sederhana dan klaim—terutama jaminan hari tua—bisa lebih cepat.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Barito Utara, Fajar Kunaefi menambahkan, perlindungan yang diberikan mencakup berbagai risiko. Mulai dari kecelakaan kerja, kematian, kehilangan pekerjaan, hingga jaminan hari tua dan pensiun.
“Di forum ini kami jelaskan mekanisme pembayaran iuran dan tata cara klaim. Jadi kalau terjadi risiko kerja, peserta sudah paham harus bagaimana,” kata Fajar.
Dia berharap Dinas Kesehatan bisa memperkuat langkah ini lewat surat edaran. Isinya mendorong—bahkan mewajibkan—klinik, apotek, toko obat, praktik dokter, hingga praktik bidan di Barito Utara menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Tags: bpjs ketenagakerjaan, barito utara, klinik apotek, sosialisasi bpjs, jaminan sosial

