PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali berjalan normal, setelah sebelumnya sempat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta abu vulkanik yang memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah.
General Manager AirNav Indonesia Cabang Palangka Raya, Hengki Rudianto. Mengatakan, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta kini telah kembali beroperasi dengan lancer, setelah bandara tersebut dibuka kembali sejak dini hari beberapa waktu lalu.
“Untuk kondisi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya saat ini sudah kondusif dan berjalan normal seperti biasanya,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor AirNav Indonesia Cabang Palangka Raya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Hengki, dua penerbangan pagi dari Palangka Raya menuju Jakarta pada Rabu juga telah berangkat dan tiba di tujuan dengan aman tanpa mengalami kendala.
“Sejak Selasa hingga hari ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Soekarno-Hatta telah beroperasi dengan lancar. Dua penerbangan pagi menuju Jakarta juga telah berangkat dan tiba dengan aman,” katanya.
Dia menjelaskan, kondisi kabut asap di Palangka Raya saat ini telah membaik dibandingkan beberapa waktu lalu. Jarak pandang atau visibility yang tercatat pada Rabu pagi mencapai sekitar 3.500 meter sehingga masih memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
“Terkait dampak kabut asap akibat karhutla, kondisi hari ini sudah membaik. Visibility mencapai sekitar 3.500 meter sehingga masih aman untuk kegiatan penerbangan, baik pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.
Meski demikian, Hengki menegaskan bahwa aktivitas penerbangan sangat bergantung pada batas minimum jarak pandang atau visibility minima yang telah ditetapkan dalam prosedur penerbangan.
“Apabila jarak pandang tidak memenuhi syarat minimum, maka penerbangan tidak dapat dilaksanakan. Semua itu dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan,” tegasnya.
AirNav Indonesia, lanjut Hengki, terus berkomitmen memberikan pelayanan navigasi penerbangan secara maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan efisiensi operasional penerbangan.
“Kami berupaya memastikan kelancaran, keamanan, dan efisiensi penerbangan dapat terus terjaga,” pungkasnya. (adr)


