Tegur Keras Wanita Naik dan Duduk di Pura Sali Paseban Batu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Video viral diduga melakukan pelecehan terhadap agama Hindu terjadi di Pura Sali Paseban Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya, baru-baru ini. Mendapat respon keras dari Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya, Parada Lewis KDR.

“Kami sangat keberatan dengan apa yang telah dilakukanoknum masyarakat tersebut. Hal tersebut sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian. Peristiwa itu adalah pelecehan bagi agama terlepas dari apapun alasan dan motifnya. Kami keberatan akan hal tersebut karena sudah sangat menghina. Sebagai umat Hindu Kaharingan merasa dilecehkan. Tempat ritual kami dilecehkan oleh oknum tersebut,” katanya, saat dikonfirmasi media melalui via telepon, Selasa, (6/6/2023).

Baca Juga :  Polres Seruyan Musnahkan 9,39 Gram Sabu

Lanjut Parada, perbuatan itu sangat tidak terpuji. Tempat persembahyangan di pura integrasi, yakni pura penggabungan Kaharingan dengan Hindu. Merupakan simbol keagamaan dan tempat melangsungkan ritual upacara.

“Itu tempat suci kita. Nah tempat suci itu dibuat seperti itu, makanya itu sangat melecehkan. Apalagi sampai naik dan duduk,” tegasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pemuda-pemudi sudah bergerak. Kejadian tersebut sudah diketahui oleh masyarakat luas, dan penganut agama Hindu turut prihatin. Berkaca dari hal tersebut, Parada berpesan agar tidak sembarang orang bisa masuk ke lokasi pura itu, terlebih lagi wanita yang sedang datang bulan (haid). (pri/rin)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Video viral diduga melakukan pelecehan terhadap agama Hindu terjadi di Pura Sali Paseban Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya, baru-baru ini. Mendapat respon keras dari Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya, Parada Lewis KDR.

“Kami sangat keberatan dengan apa yang telah dilakukanoknum masyarakat tersebut. Hal tersebut sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian. Peristiwa itu adalah pelecehan bagi agama terlepas dari apapun alasan dan motifnya. Kami keberatan akan hal tersebut karena sudah sangat menghina. Sebagai umat Hindu Kaharingan merasa dilecehkan. Tempat ritual kami dilecehkan oleh oknum tersebut,” katanya, saat dikonfirmasi media melalui via telepon, Selasa, (6/6/2023).

Baca Juga :  Polres Seruyan Musnahkan 9,39 Gram Sabu

Lanjut Parada, perbuatan itu sangat tidak terpuji. Tempat persembahyangan di pura integrasi, yakni pura penggabungan Kaharingan dengan Hindu. Merupakan simbol keagamaan dan tempat melangsungkan ritual upacara.

Electronic money exchangers listing

“Itu tempat suci kita. Nah tempat suci itu dibuat seperti itu, makanya itu sangat melecehkan. Apalagi sampai naik dan duduk,” tegasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa pemuda-pemudi sudah bergerak. Kejadian tersebut sudah diketahui oleh masyarakat luas, dan penganut agama Hindu turut prihatin. Berkaca dari hal tersebut, Parada berpesan agar tidak sembarang orang bisa masuk ke lokasi pura itu, terlebih lagi wanita yang sedang datang bulan (haid). (pri/rin)

Terpopuler

Artikel Terbaru