28.7 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026

Fadia Arafiq yang Terjaring OTT KPK Ternyata Anak Pedangdut Senior A. Rafiq

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3). Fadia diduga terlibat praktik korupsi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pihaknya menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (3/3).

Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam giat tangkap tangan tersebut.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan saat ini pihak-pihak yang diamankan tengah dalam perjalanan menuju markas KPK. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

Baca Juga :  Pesta Miras Berujung Maut, Satu Orang Tewas di Tangan Teman Sendiri

“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Electronic money exchangers listing

Fadia Arafiq merupakan Bupati Kabupaten Pekalongan dua periode. Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini merupakan anak pedangdut senior A. Rafiq.

Fadia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Jakarta sebelum melanjutkan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang. Ia kemudian meraih gelar magister manajemen dari Universitas Stikubank Semarang dan menyelesaikan program doktoralnya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Karier politik Fadia dimulai saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Kiprahnya di dunia politik semakin menguat ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan serta memimpin KNPI Jawa Tengah periode 2016–2021.

Baca Juga :  Ditangkap KPK, Harta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Capai Rp86,7 Miliar

Pada Pilkada 2020, Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2026. Ia kemudian kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin pada periode 2025–2030. Pelantikan periode keduanya digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Nama Fadia Arafiq sempat menghebohkan jagat maya, setelah dirinya mengancam warga melalui media sosial. Kritik mengenai infrastruktur dan kinerja pemerintahannya membuat dirinya bereaksi dengan cara yang mengejutkan.(jpc)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3). Fadia diduga terlibat praktik korupsi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan pihaknya menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (3/3).

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diamankan dalam giat tangkap tangan tersebut.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan saat ini pihak-pihak yang diamankan tengah dalam perjalanan menuju markas KPK. Mereka akan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

Baca Juga :  Pesta Miras Berujung Maut, Satu Orang Tewas di Tangan Teman Sendiri

“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Profil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Fadia Arafiq merupakan Bupati Kabupaten Pekalongan dua periode. Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Mei 1978 ini merupakan anak pedangdut senior A. Rafiq.

Fadia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Jakarta sebelum melanjutkan studi S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang. Ia kemudian meraih gelar magister manajemen dari Universitas Stikubank Semarang dan menyelesaikan program doktoralnya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Karier politik Fadia dimulai saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Kiprahnya di dunia politik semakin menguat ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan serta memimpin KNPI Jawa Tengah periode 2016–2021.

Baca Juga :  Ditangkap KPK, Harta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Capai Rp86,7 Miliar

Pada Pilkada 2020, Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021–2026. Ia kemudian kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin pada periode 2025–2030. Pelantikan periode keduanya digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Nama Fadia Arafiq sempat menghebohkan jagat maya, setelah dirinya mengancam warga melalui media sosial. Kritik mengenai infrastruktur dan kinerja pemerintahannya membuat dirinya bereaksi dengan cara yang mengejutkan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru