4 PCR Operasional, Warga Kalteng yang Sudah Diperiksa Capai 4.765 Ora

PALANGKA
RAYA-
Sebagai
upaya memotong mata rantai penularan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
terus meningkatkan jumlah pemeriksaan specimen yang lebih tinggi. Sampai saat
ini, jumlah specimen yang telah diperiksa dengan PCR mencapai 4.765 yang
berarti berada di angka 1.721 persatu juta jiwa.

Angka pencapaian ini sudah diatas pencapaian
Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 1.428 per satu juta penduduk. Angka
ini diharapkan meningkat terus dengan semakin banyaknya mesin PCR yang
operasional. Saat ini ada empat mesin PCR yang operasional yakni tiga mesin di
RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya dan satu mesin PCR di RSUD Sultan Imanuddin,
Pangkalan Bun, Kobar.

Dikatakan Kadinkes dr Suyuti Syamsul, usai melakukan
rapat koordinasi penanganan covid-19, di kantor Pemprov bersama Gubernur
Sugianto Sabran, Senin (6/7/2020), Jika keempat mesin bekerja optimal tanpa
hambatan sama sekali maka jumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan antara 250 –
350 sampel.

Baca Juga :  25 Persen Pengidap HIV-AIDS Tak Sadar Telah Terinfeksi

Angka pemeriksaan akan semakin tinggi jika
beberapa kabupaten/kota dengan populasi penduduk besar seperti kota
Palangkaraya sudah dapat mampu melakukan pemeriksaan.

“Kami berharap  semoga PCR milik RSUD Kota Palangka Raya
segera operasional secepatnya setelah melengkapi beberapa adanya kekurangan
yang ada. Sehingga banyak yang dihasilkan dari rapid test, khususnya di Kota
Palangka Raya,” kata Suyuti.

Ditambahkanya, Mengingat rentannya usia
lanjut jika terkena covid-19 maka bapak Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto
Sabran selaku ketua gugus tugas Provinsi Kalteng, mengintruksikan Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan pemeriksaan rapid test
massal di Panti Werdha dan Panti Sosial Bina Laras Pambelum.

Kedua panti ini merupakan UPT Dinas Sosial
Provinsi Kalimantan Tengah. Panti Werdha dihuni oleh orang-orang lanjut usia
sementara Panti Sosial Bina Laras Pambelum dihuni oleh penyandang masalah sosial.
Jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan berjumlah 20 orang yang dipimpin
langsung oleh dr. Damar Pramusinta, Kepalas UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tahap Verifikasi Lapangan, Lomba Kelurahan dan Desa Masih Berjalan

Hasil pemeriksaan  rapid test di Panti
Werdha berjumlah 88 orang dengan rincian 57 orang lansia dan 31 orang petugas
panti yang semua hasilnya non reaktif.

“Sementara itu di Panti Sosial Bina Laras
Pambelum, jumlah yang diperiksa 27 orang dengan hasil semuanya non reaktif.
Selain melakukan rapid test, petugas  dari Dinas Kesehatan Provinsi juga
melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan panti,” tutup Suyuti.

PALANGKA
RAYA-
Sebagai
upaya memotong mata rantai penularan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
terus meningkatkan jumlah pemeriksaan specimen yang lebih tinggi. Sampai saat
ini, jumlah specimen yang telah diperiksa dengan PCR mencapai 4.765 yang
berarti berada di angka 1.721 persatu juta jiwa.

Angka pencapaian ini sudah diatas pencapaian
Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 1.428 per satu juta penduduk. Angka
ini diharapkan meningkat terus dengan semakin banyaknya mesin PCR yang
operasional. Saat ini ada empat mesin PCR yang operasional yakni tiga mesin di
RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya dan satu mesin PCR di RSUD Sultan Imanuddin,
Pangkalan Bun, Kobar.

Dikatakan Kadinkes dr Suyuti Syamsul, usai melakukan
rapat koordinasi penanganan covid-19, di kantor Pemprov bersama Gubernur
Sugianto Sabran, Senin (6/7/2020), Jika keempat mesin bekerja optimal tanpa
hambatan sama sekali maka jumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan antara 250 –
350 sampel.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  25 Persen Pengidap HIV-AIDS Tak Sadar Telah Terinfeksi

Angka pemeriksaan akan semakin tinggi jika
beberapa kabupaten/kota dengan populasi penduduk besar seperti kota
Palangkaraya sudah dapat mampu melakukan pemeriksaan.

“Kami berharap  semoga PCR milik RSUD Kota Palangka Raya
segera operasional secepatnya setelah melengkapi beberapa adanya kekurangan
yang ada. Sehingga banyak yang dihasilkan dari rapid test, khususnya di Kota
Palangka Raya,” kata Suyuti.

Ditambahkanya, Mengingat rentannya usia
lanjut jika terkena covid-19 maka bapak Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto
Sabran selaku ketua gugus tugas Provinsi Kalteng, mengintruksikan Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan pemeriksaan rapid test
massal di Panti Werdha dan Panti Sosial Bina Laras Pambelum.

Kedua panti ini merupakan UPT Dinas Sosial
Provinsi Kalimantan Tengah. Panti Werdha dihuni oleh orang-orang lanjut usia
sementara Panti Sosial Bina Laras Pambelum dihuni oleh penyandang masalah sosial.
Jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan berjumlah 20 orang yang dipimpin
langsung oleh dr. Damar Pramusinta, Kepalas UPT Laboratorium Kesehatan Daerah.

Baca Juga :  Tahap Verifikasi Lapangan, Lomba Kelurahan dan Desa Masih Berjalan

Hasil pemeriksaan  rapid test di Panti
Werdha berjumlah 88 orang dengan rincian 57 orang lansia dan 31 orang petugas
panti yang semua hasilnya non reaktif.

“Sementara itu di Panti Sosial Bina Laras
Pambelum, jumlah yang diperiksa 27 orang dengan hasil semuanya non reaktif.
Selain melakukan rapid test, petugas  dari Dinas Kesehatan Provinsi juga
melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan panti,” tutup Suyuti.

Terpopuler

Artikel Terbaru