Akui Program Cetak Sawah Nasional di Kalteng Belum Optimal, Agustiar Soroti SDM Pertanian
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran baju putih di sela kegiatan jogging sore, Sabtu (31/1/2026). (Foto Anandri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti masih belum optimalnya pelaksanaan program nasional cetak sawah di wilayah Kalteng akibat keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian.
“Dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah, sekitar 17.000 hektare belum bisa digarap maksimal karena kekurangan tenaga kerja, khususnya pada tahap penanaman,” ujar Agustiar, Senin (2/2/2026).
Aktivitas petani saat menjemur padi di Desa Pematang, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto Dok Prokalteng.co)
Dia menegaskan bahwa kendala utama program tersebut, bukan terletak pada ketersediaan lahan, melainkan minimnya minat masyarakat untuk terjun langsung mengelola sektor pertanian.
“Artinya kita kekurangan orang, bukan kekurangan lahan. Sehingga perlu upaya serius untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mau terlibat dalam program cetak sawah,” lanjutnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program satu rumah satu sarjana setara strata satu (S-1) guna meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia daerah.
“Program satu rumah satu sarjana ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi bagaimana membentuk SDM yang sadar akan peran strategis pertanian dalam mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.
Selain itu, ia menilai masih banyak masyarakat yang berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara peluang besar justru terbuka luas di sektor produktif lain seperti pertanian.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya terpaku ingin menjadi ASN, tetapi memiliki wawasan, keterampilan, dan kemauan untuk mengelola potensi daerahnya sendiri. Salah satunya melalui program cetak sawah,” tutupnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti masih belum optimalnya pelaksanaan program nasional cetak sawah di wilayah Kalteng akibat keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian.
“Dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah, sekitar 17.000 hektare belum bisa digarap maksimal karena kekurangan tenaga kerja, khususnya pada tahap penanaman,” ujar Agustiar, Senin (2/2/2026).
Aktivitas petani saat menjemur padi di Desa Pematang, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto Dok Prokalteng.co)
Dia menegaskan bahwa kendala utama program tersebut, bukan terletak pada ketersediaan lahan, melainkan minimnya minat masyarakat untuk terjun langsung mengelola sektor pertanian.
“Artinya kita kekurangan orang, bukan kekurangan lahan. Sehingga perlu upaya serius untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mau terlibat dalam program cetak sawah,” lanjutnya.
Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan program satu rumah satu sarjana setara strata satu (S-1) guna meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia daerah.
“Program satu rumah satu sarjana ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi bagaimana membentuk SDM yang sadar akan peran strategis pertanian dalam mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.
Selain itu, ia menilai masih banyak masyarakat yang berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara peluang besar justru terbuka luas di sektor produktif lain seperti pertanian.
“Kita tidak ingin masyarakat hanya terpaku ingin menjadi ASN, tetapi memiliki wawasan, keterampilan, dan kemauan untuk mengelola potensi daerahnya sendiri. Salah satunya melalui program cetak sawah,” tutupnya. (adr)