28.8 C
Jakarta
Saturday, June 15, 2024
spot_img

Jaga Komitmen Tekan Angka Stunting di Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama  bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dalam rangka intervensi angka stunting.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaemi, mengajak seluruh stakeholders agar mampu menjaga komitmen dan memastikan kebijakan yang diamanatkan pemerintah pusat dapat berjalan konsisten.

“Seperti harapan kita bersama, angka stunting di Kalimantan Tengah dapat turun signifikan, dan target 15,38 persen di tahun 2024 tercapai, yang akhirnya akan mendukung tercapainya target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024,” ujarnya, Rabu (1/3/2023).

Dalam rapat koordinasi daerah program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting provinsi, Suhaimi berharap dapat semakin memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan TPPS, secara konsisten terus melakukan upaya pencegahan sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga :  Komitmen Cegah Stunting, Pemkab Sukamara dan BKKBN Kalteng Teken MoU

“Kita masih punya PR besar untuk menurunkan prevalensi stunting di tahun 2024 dengan target 15,38 persen. Oleh karena itu, saya harapkan, konvergensi intervensi terhadap sasaran prioritas agar berjalan efektif, dengan kerja sama sinergis semua stakeholders,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, tahun 2023 menjadi tahun penentuan dan sangat krusial dalam upaya pencapaian target/sasaran program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.

“Apabila dapat diimplementasikan dengan baik oleh kita semua, keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang dapat kita raih bersama guna mendukung tercapainya visi Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Sukaryo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Tengah, OPD-KB, bupati, wali kota  serta seluruh mitra kerja utama BKKBN yang telah berprestasi dalam pengelolaan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan Infrastruktur hingga Pelosok

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng Dison mengatakan, isu stunting harus tetap menjadi perhatian khusus, terutama agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Target penurunan angka stunting, yaitu 15,38 persen pada tahun 2024.

“Melalui rapat koordinasi ini tahun 2023, kami menaruh harapan besar agar program Bangga Kencana dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting diimplementasikan dengan baik, guna mendukung tercapainya Visi Gubernur untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Makin BERKAH,” ungkap Dison.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama  bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dalam rangka intervensi angka stunting.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaemi, mengajak seluruh stakeholders agar mampu menjaga komitmen dan memastikan kebijakan yang diamanatkan pemerintah pusat dapat berjalan konsisten.

“Seperti harapan kita bersama, angka stunting di Kalimantan Tengah dapat turun signifikan, dan target 15,38 persen di tahun 2024 tercapai, yang akhirnya akan mendukung tercapainya target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024,” ujarnya, Rabu (1/3/2023).

Dalam rapat koordinasi daerah program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting provinsi, Suhaimi berharap dapat semakin memperkuat komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan TPPS, secara konsisten terus melakukan upaya pencegahan sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga :  Komitmen Cegah Stunting, Pemkab Sukamara dan BKKBN Kalteng Teken MoU

“Kita masih punya PR besar untuk menurunkan prevalensi stunting di tahun 2024 dengan target 15,38 persen. Oleh karena itu, saya harapkan, konvergensi intervensi terhadap sasaran prioritas agar berjalan efektif, dengan kerja sama sinergis semua stakeholders,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, tahun 2023 menjadi tahun penentuan dan sangat krusial dalam upaya pencapaian target/sasaran program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.

“Apabila dapat diimplementasikan dengan baik oleh kita semua, keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang dapat kita raih bersama guna mendukung tercapainya visi Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Sukaryo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kalimantan Tengah, OPD-KB, bupati, wali kota  serta seluruh mitra kerja utama BKKBN yang telah berprestasi dalam pengelolaan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan Infrastruktur hingga Pelosok

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalteng Dison mengatakan, isu stunting harus tetap menjadi perhatian khusus, terutama agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Target penurunan angka stunting, yaitu 15,38 persen pada tahun 2024.

“Melalui rapat koordinasi ini tahun 2023, kami menaruh harapan besar agar program Bangga Kencana dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting diimplementasikan dengan baik, guna mendukung tercapainya Visi Gubernur untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Makin BERKAH,” ungkap Dison.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru