Tuntaskan Persoalan Stunting, PKK diminta Pahami Kebutuhan Masyarakat

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulang Pisau pada Kamis (4/7) lalu menggelar rapat konsultasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Banama Tingang itu, selain dihadiri dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani juga dihadiri para camat se-Kabupaten Pulpis.

Saat itu, Nunu mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, ketua TP PKK kecamatan serta ketua TP PKK kelurahan/desa yang telah terlibat dalam tim percepatan penanggulangan stunting memahami betul apa yang harus dilakukan dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk menuntaskan permasalahan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

Dia menegaskan, permasalahan stunting tidak hanya selesai di tahun 2024, namun juga stunting menjadi permasalahan yang harus dituntaskan bersama.

Baca Juga :  Tanggung Jawab Besar Bersama Atasi Stunting di Mura

“Baik melalui anggaran dari kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa, kita semua harus terus bersinergi dalam penanganan stunting,” tandasnya.

Nunu juga minta kepada para camat untuk bisa mengkomunikasikan dengan para kepala desa agar memberikan perhatian kepada PKK kecamatan dan kelurahan/desa.

“Sehingga dari PKK kelurahan/desa hingga PKK kecamatan bisa berkontribusi secara maksimal dalam proses pembangunan daerah,” harap Nunu.

Dia berharap kepada ketua TP PKK kelurahan/ desa untuk bisa mengaktifkan dasawisma di desanya masing-masing.

Electronic money exchangers listing

”Baik itu ketua TP PKK kelurahan/ desa dan ketua TP PKK kecamatan bisa aktif untuk mengimbau masyarakatnya dalam menjalankan 10 program pokok PKK,” pesan Nunu.

Sebelumnya Nunu mengungkapkan, PKK memiliki peran yang sangat penting sekali. Karena, kata dia, PKK merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Dia juga mengungkapkan, PKK yang memiliki unit/bagian terkecil yaitu dasawisma yang merupakan kelompok yang terdiri dari 10-20 kepala keluarga (KK).

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Kerjasama Pengandalian Inflasi

Menurut dia, rumah yang bertetangga dan berdekatan untuk memudahkan jalannya suatu program.

“Dasawisma dapat menjadi corong informasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan yang akan dijalankan,” kata Nunu. (art/ens/kpg)

 

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulang Pisau pada Kamis (4/7) lalu menggelar rapat konsultasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Banama Tingang itu, selain dihadiri dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani juga dihadiri para camat se-Kabupaten Pulpis.

Saat itu, Nunu mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, ketua TP PKK kecamatan serta ketua TP PKK kelurahan/desa yang telah terlibat dalam tim percepatan penanggulangan stunting memahami betul apa yang harus dilakukan dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk menuntaskan permasalahan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.

Dia menegaskan, permasalahan stunting tidak hanya selesai di tahun 2024, namun juga stunting menjadi permasalahan yang harus dituntaskan bersama.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tanggung Jawab Besar Bersama Atasi Stunting di Mura

“Baik melalui anggaran dari kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa, kita semua harus terus bersinergi dalam penanganan stunting,” tandasnya.

Nunu juga minta kepada para camat untuk bisa mengkomunikasikan dengan para kepala desa agar memberikan perhatian kepada PKK kecamatan dan kelurahan/desa.

“Sehingga dari PKK kelurahan/desa hingga PKK kecamatan bisa berkontribusi secara maksimal dalam proses pembangunan daerah,” harap Nunu.

Dia berharap kepada ketua TP PKK kelurahan/ desa untuk bisa mengaktifkan dasawisma di desanya masing-masing.

”Baik itu ketua TP PKK kelurahan/ desa dan ketua TP PKK kecamatan bisa aktif untuk mengimbau masyarakatnya dalam menjalankan 10 program pokok PKK,” pesan Nunu.

Sebelumnya Nunu mengungkapkan, PKK memiliki peran yang sangat penting sekali. Karena, kata dia, PKK merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Dia juga mengungkapkan, PKK yang memiliki unit/bagian terkecil yaitu dasawisma yang merupakan kelompok yang terdiri dari 10-20 kepala keluarga (KK).

Baca Juga :  Dewan Apresiasi Kerjasama Pengandalian Inflasi

Menurut dia, rumah yang bertetangga dan berdekatan untuk memudahkan jalannya suatu program.

“Dasawisma dapat menjadi corong informasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan yang akan dijalankan,” kata Nunu. (art/ens/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru