NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menjadi satu-satunya kepala daerah tingkat kabupaten yang dipercaya menjadi narasumber dalam Seminar dan Lokakarya Ekonomi Nasional (SELENA) 2026.
Forum ilmiah berskala nasional ini diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat, baru-baru ini.
Mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi Melalui Inovasi Berkelanjutan sebagai Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045”, agenda ini mempertemukan kalangan mahasiswa, akademisi, birokrat, hingga lintas pemangku kepentingan untuk membedah tantangan ekonomi masa depan.
Dalam pemaparannya, Bupati Rizky Aditya Putra mengupas tuntas langkah taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau dalam menyokong program ketahanan pangan nasional serta optimalisasi potensi daerah berbasis keberlanjutan.
“Saya menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan dan energi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ini memerlukan kolaborasi yang kuat dan nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga lapisan masyarakat,” ujar Rizky kepada wartawan di Nanga Bulik, Sabtu (6/6).
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba ini menarik perhatian karena ia bersanding langsung dengan deretan figur pembuat kebijakan di level pusat.
“Saya juga hadir bersama sejumlah tokoh nasional, di antaranya Andi Amran Sulaiman, perwakilan pimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta para akademisi senior dari berbagai perguruan tinggi,” tambah Rizky.
Dalam kesempatan tersebut, Rizky juga memanfaatkan panggung nasional untuk memperkenalkan berbagai program inovatif yang tengah bergulir di Kabupaten Lamandau. Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret kontribusi daerah dalam mengawal target besar Indonesia Emas 2045.
Keterlibatan aktif dalam SELENA 2026 ini mempertegas komitmen Pemkab Lamandau untuk tetap berada di garis depan dalam merespons isu-isu strategis nasional, sekaligus membuktikan bahwa inovasi dari daerah mampu berbicara banyak di level nasional. (bib)


